Asia Sustainability Reporting Rating 2018

Asia Sustainability Reporting Rating (Asia SR Rating) 2018

Sejak 2015, National Center for Sustainability Reporting (NCSR) menggelar Sustainability Reporting Awards (SRA) secara berkala (setiap tahun) untuk memberikan penilaian dan penghargaan kepada perusahaan yang telah membuat laporan keberlanjutan, dalam rangka mendukung Sustainable Development Goals. Kali ini penghargaan diberikan untuk laporan keberlanjutan tahun 2017 yang diselenggarakan pada 8 Desember 2018 di Lampung.

Ada perubahan signifikan pada 2018. Ajang tersebut kini diberi nama Asia Sustainability Reporting Rating (Asia SR Rating), karena peserta tidak hanya dari Indonesia tetapi juga dari negara Asia lain. Selain itu, dari sebelumnya menggunakan sistem award winner berubah menjadi sistem rating. Pemberian penghargaan tidak lagi berdasarkan urutan peringkat, melainkan berdasarkan pengelompokan Platinum, Gold, Silver, dan Bronze.

Jadi, semua peserta pasti dapat berdasarkan hasil assessment. Tujuannya, menarik minat perusahaan untuk ikut, dan memacu mereka di tahun berikutnya mau meningkatkan rating sesuai rekomendasi juri. Misalkan, yang mendapat Gold termotivasi untuk mendapat Platinum di tahun berikutnya,” kata Ali Darwin, Ketua NCSR.

Jumlah peserta Asia SR Rating 2018 sebanyak 56 perusahaan. Peserta dari luar negeri bertambah. Ada lima perusahaan dari Filipina, enam perusahaan dari Malaysia, lima perusahaan dari Singapura, dan dua perusahaan dari Bangladesh. Maka, penilaian dilakukan secara online oleh 80 assessor berlatar akademisi yang disaring secara terbuka oleh NCSR. Hasil penilaian dari assessor kemudian diserahkan kepada dewan juri yang diketuai Prof. Eko Ganis Sukoharsono dari Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Brawijaya.

Parameter utama sama seperti sebelumnya, yakni menggunakan standar GRI (Global Reporting Initiatives). Ali menjelaskan, yang masuk kategori Platinum adalah perusahaan yang mendapatkan rating tertinggi karena terdapat kriteria tambahan yang mesti dipenuhi. Antara lain, laporan pemakaian karbon emisi, dan diaudit oleh pihak ketiga. Misalnya, laporan jumlah pemakaian energi listrik dan emisi rumah kaca. “Harus menunjukkan bahwa dia bisa maintenance karbonnya. Mau terbuka berapa karbonnya. Ini syarat untuk mendapatkan Platinum,” kata Ali.

Salah satu perusahaan peraih rating Platinum adalah PT Antam Tbk. yang memenuhi kriteria penilaian General Disclosure Score (organization profile, strategy, ethics and integrity, governance, stakeholder engagement, dan reporting practice) sebesar 92,70 dan Spesific Disclosure Score (economic, environmental, dan social) sebesar 93,61. Menurut dewan juri, Antam memaparkan informasi perusahaan sesuai dengan sustainability practices.

Menurut Aprilandi H. Setia, Sekretaris Korporat Antam, untuk memenuhi penilaian tersebut, Antam memaparkan bagaimana sikap dan strategi perusahaan dalam bidang energi, emisi, limbah, air, keanekaragaman hayati, dan reklamasi, yakni cara perusahaan mengelola limbah, berapa yang dihasilkan, dan berapa yang didaur ulang. Juga, menjelaskan sinergi pemangku kepentingan untuk melaksanakan tanggung jawab sosial, menuangkan data realisasi penyaluran Program Kemitraan dan Bina Lingkungan dan pelaksanaan program Community Development.

Kami berpartisipasi sebagai upaya evaluasi bagi perusahaan, khususnya pada kualitas Laporan Keberlanjutan Antam (SR Antam). Kami ingin kinerja kami dapat tersaji sesuai dengan standar GRI, serta mengacu pada ​Peraturan OJK Nomor 51/POJK.03/2017. Harapan kami, SR Antam dapat menjadi salah satu acuan informasi bagi publik yang ingin mengetahui kinerja perusahaan dalam rangka menyeimbangkan kinerja ekonomi dan lingkungan,” Aprilandi menjelaskan.

Melalui ajang ini, diharapkan perhatian pemerintah dan masyarakat terhadap konsep dan praktik sustainability semakin meningkat. Ali menuturkan, tujuan jangka panjangnya adalah hasil rating tersebut bisa menjadi rujukan oleh instansi lain, misalnya oleh perbankan atau pemerintah, untuk melihat sejauh mana komitmen yang bersangkutan menerapkan sustainability dengan baik. Penerapan sustainability mereka tercermin dari laporan tersebut.

Kalau report-nya sudah Platinum atau Gold, berarti sudah ramah lingkungan atau peduli sosialnya tinggi. Bisa menjadi unsur pertimbangan bank dalam memberikan kredit, misalnya,” ungkap Ali seraya menyampaikan, penghargaan Asia SR Rating berikutnya akan diselenggarakan pada November 2019 di Bali.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)