Asosiasi Panas Bumi Indonesia Targetkan 7.200 MW di 2025

Asosiasi Panas bumi Indonesia (API) mendukung kebijakan pemerintah dalam penyediaan tenaga listrik dari energi terbarukan, dengan target 7200 MW di tahun 2025 melalui kegiatan geothermal. Hal tersebut dibahas dalam peluncuran ajang Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2017 yang berlangsung pada tanggal 18 Mei 2017 di Jakarta.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Rida Mulyana, menyampaikan penghargaan serta ucapan terima kasih kepada API dengan tetap melaksanakan kegiatan IIGCE. “Dengan diadakannya acara IIGCE ini saya melihat bahwa kegiatan geothermal masih tetap exist dan akan tetap berjalan sebagaimana yang diharapkan oleh pemerintah dalam penyediaan tenaga listrik dari energi terbarukan,” ungkap Rida.

Dengan mengusung tema “Moving Forward Under Current Challenges, Obstacles and Opportunities toward Achieving Geothermal Development 2025 Target”, pada acara IIGCE tahun ke-5 ini melihat situasi ekonomi serta kebijakan-kebijakan dan regulasi yang ada saat ini. Tantangan yang dihadapi oleh para pengembang perlupemikiran-pemikiran yang bersifat breakthrough antara lain dengan menekan biaya disemua tahap kegiatan baik mulai dari survei, eksplorasi, drilling sampai tahap pembangunan power plant, agar menghasilkan tarif yang terjangkau oleh pemerintah. Namun kesempatan-kesempatan untuk mengembangkan panas bumi tetap terbuka seluas-luasnya agar target yang dicanangkan pada tahun 2025 dapat tercapai.

Target yang dicanangkan yaitu 7200 MW dari panas bumi pada tahun 2025 merupakan target yang ambisius, karena hingga saat ini total kapasitas panas bumi terpasang ialah 1.643,5 MW, artinya masih ada kekurangan sebesar kurang lebih 5700 MW yang perlu dikembangkan dalam kurun waktu 10 tahun atau sekitar 550 MW per tahun.

“Asosiasi Panasbumi Indonesia (API) merupakan mitra kerja pemerintah dalam memberikan masukan-masukan, kajian ilmiah dalam beberapa hal dengan visi untuk dapat mempercepat pengembangan energi panas bumi di Indonesia, oleh karena itu hasil kegiatan IIGCE 2017 akan menjadi suatu bentuk laporan yang akan disampaikan kepada pemerintah sebagai masukan,” ujar Ketua API, Abadi Poernomo.

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)