Beberapa Harga Komoditas Akan Naik Tahun 2019

Menghadapi tahun 2019 yang masih akan diwarnai kompleksitas dan ketidakpastian di pasar global serta elektabilitas pada April di Indonesia, MUFG Bank melakukan riset mengenai tren apa saja yang akan terjadi dan apakah nantinya hal tersebut akan memengaruhi Indonesia dan mata uang Rupiah secara langsung.

Leong Sook Mei, ASEAN Head of Global Markets Research MUFG Bank, menuturkan,  tren unemployment rates di Amerika Serikat (AS)  tahun 2018 menurun dan berada di titik 3,5%. Hal ini tidak akan memberikan dampak yang signifikan pada Indonesia karena tren unemployment rates di AS terjadi penurunan signifikan sejak 2008 hingga saat ini.

Pada akhir Desember 2018 ini, diprediksikan nilai tukar Rupiah berkisar pada Rp 14.400 dengan FED Funds Rate 2,50%. Ada beragam fenomena global yang akan terjadi di 2019 mendatang. Contohnya yakni pada 1 Maret 2019, perang dagang antara AS dan China pun akan berakhir karena AS akan mulai fokus ke tahun 2020 di mana AS akan kembali melaksanakan pemilihan presiden.

Selain itu, di Jepang juga akan melaksanakan pemilihan Majelis Tinggi pada  2019 dan akan ada rekomendasi kenaikan konsumsi pajak dari 8% ke 10% pada 1 Oktober 2018.

Lalu pada 29 Maret 2019, Inggris keluar dari Uni Eropa dan akan ada transisi masa Brexit pada 30 Maret 2019 hingga 31 Desember 2020. Pemilihan parlemen juga akan dilaksanakan oleh Eropa pada 23-26 Mei 2019. “Adapun dampak dari perang dagang ke Indonesia antara lain akan terjadinya relokasi investasi asing langsung dari China ke Indonesia. Indonesia pun akan menjadi negara tujuan ekspor dari China peralihan ekspor yang sebelumnya dilakukan ke AS yang mampu memberikan sumbangsih GDP 0,4%. Di sektor keuangan pun Indonesia akan adanya ketergantungan dengan pendanaan dari eksternal,” papar Leong.

Secara global, pangsa pasar Indonesia masih menguasai komoditas minyak sawit sebesar 51,7%, batu bara sebesar 37%, dan karet sebesar 26,7%. Komoditas unggulan lainnya pun turut berkontribusi pada perekonomian Indonesia seperti minyak mentah, gas, tembaga, dan bijih besi. Dari total tujuh komoditas ekspor unggulan ini, Indonesia telah melakukan ekspor 37,9% persis dengan tahun 2017.

“Beberapa komoditas global akan mengalami kenaikan harga di tahun 2019 seperti minyak mentah, minyak sawit, karet, dan tembaga. Berkaitan dengan Pemilu di Indonesia, ternyata fenomena ini tidak akan memberikan dampak pelemahan yang signifikan pada Rupiah dikarenakan trennya akan mulai kembali normal setelah 6 bulan berlangsungnya Pemilu,” tambah Leong.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)