BI: Inflasi IHK Berada di Angka Rendah 1,68%

Bank Indonesia mencatat Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) tahun 2020 berada di posisi yang rendah yakni sebesar 1,68% (yoy). Angka ini berada di bawah kisaran sasaran yaitu di angka 3,0±1%. Rendahnya inflasi tersebut dipengaruhi oleh permintaan domestik yang belum kuat, akibat dampak pandemi covid-19, pasokan yang memadai, dan kestabilan harga.

“Ke depan, Bank Indonesia tetap konsisten menjaga inflasi di kisaran sasarannya 3,0±1% pada 2021,” kata Direktur Eksekutif Bank Indonesia, Erwin Haryono dalam siaran pers yang diterima SWA Online (01/01/2021). IHK Desember 2020 yang terkendali mendorong capaian inflasi tahun 2020 yang rendah.

Inflasi IHK pada Desember 2020 mencapai 0,45% (mtm), meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 0,28% (mtm). Inflasi tersebut lebih rendah dari rata-rata inflasi Desember lima tahun sebelumnya sebesar 0,67% (mtm). Berdasarkan komponennya, inflasi inti tercatat 0,05% (mtm). Angka tersebut relatif stabil jika dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,06% (mtm).

Sementara itu, Inflasi kelompok administered prices tercatat rendah yakni berada di kisaran 0,35% (mtm), meskipun sesuai pola musiman akhir tahun meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 0,16% (mtm). Inflasi kelompok volatile food tercatat 2,17% (mtm), lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi bulan November 2020 sebesar 1,31% (mtm), sejalan pola musiman akhir tahun. “Inflasi IHK tercatat melambat pada tahun 2020 dan melanjutkan tren penurunan sejak 2017,” kata dia melanjutkan.

Perkembangan inflasi tahun 2020 dipengaruhi oleh inflasi inti yang tercatat rendah sebesar 1,60% (yoy), sejalan dengan pengaruh permintaan domestik yang belum kuat. Inflasi inti yang rendah didukung oleh kebijakan Bank Indonesia dalam pembentukan inflasi.

Inflasi kelompok administered prices juga tercatat rendah sebesar 0,25% (yoy), sejalan dengan mobilitas masyarakat yang masih terbatas dan upaya Pemerintah menurunkan harga energi guna mendorong daya beli masyarakat. Sementara itu, inflasi kelompok volatile food terkendali sebesar 3,62% (yoy), didukung oleh permintaan yang belum kuat dan pasokan yang memadai, meskipun terdapat tekanan musiman pada akhir tahun.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)