Bos Uber Mundur Dari Dewan Penasihat Trump

CEO Uber, Travis Kalanick akan mengundurkan diri dari dewan penasihat ekonomi Presiden Donald Trump. Hal itu disampaikan Kalanick kepada karyawan Uber dalam sebuah email, Kamis 2 Februari 2017.

"Sebelumnya hari ini saya berbicara singkat dengan Presiden tentang perintah eksekutif imigrasi dan isu-isu untuk komunitas kami," tulis Kalanick, menurut sebuah email yang diperoleh Mashable.

"Saya juga memberi tahu dirinya bahwa Saya tidak akan bisa berpartisipasi di dewan ekonominya. Ikut lembaga itu tidak dimaksudkan sebagai dukungan kepada presiden atau agendanya, tapi sayangnya telah disalahartikan seperti itu."

Uber CEO Travis Kalanick attends the summer World Economic Forum in Tianjin, China, June 26, 2016. REUTERS/Shu Zhang

Kritik terhadap Uber mencapai puncaknya akhir pekan lalu, ketika ribuan pengguna menghubungi Uber untuk menghapus akun mereka saat kampanye #DeleteUber menyebar di media sosial.

Protes itu dipicu ketika Uber men-tweet bahwa perusahaan tidak akan memberlakukan kenaikan harga di Bandara Internasional John F. Kennedy saat sopir taksi New York City melakukan mogok di bandara itu.

Langkah Uber itu banyak ditafsirkan sebagai upaya mematahkan pemogokan sopir taksi, yang memprotes larangan perjalanan dan imigrasi Trump bagi warga dari tujuh negara mayoritas Muslim.

#DeleteUber menjadi di luar kendali sehingga Uber harus mengotomatisasi proses penghapusan akun pengguna yang sebelumnya manual.

Pengumuman Uber disertai dengan peran Kalanick pada dewan penasihat Trump, menyebabkan banyak pengguna Uber - atau mantan pengguna - mengasosiasikan perusahaan dengan Trump. Kalanick adalah salah satu dari beberapa pemimpin bisnis di dewan penasihat itu, bersama dengan pendiri Tesla Elon Musk.

Kalanick membela perannya menjadi penasihat pemerintahan Trump minggu lalu pada pertemuan dengan staf. "Kita akan bermitra dengan siapa pun di dunia selama mereka membuat transportasi di kota-kota menjadi lebih baik, menciptakan kesempatan kerja, sehingga lebih mudah untuk bepergian, mengatasi polusi udara dan kemacetan lalu lintas," kata Kalanick kepada karyawan, menurut CNN.

"Ini tentang para pemimpin mitra kita di seluruh dunia, bukan hanya di Amerika Serikat tetapi di mana-mana," kata Kalanick.

Tempo

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)