Digitalisasi Mengakselerasi Pemulihan Bisnis UMKM

Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UKM. (Tangkapan layar : Vicky R/SWA).

Kementerian Koperasi dan UKM mencatat jumlah usaha mikro kecil dan menengah  yang terhubung dengan ekosistem  digital meningkat 100% sejak pandemi Covid-19. Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UKM RI, mengatakan UMKM merupakan penggerak perekonomian nasional, di masa krisis ekonomi dan pandemi.

Setelah hampir dua tahun pandemi, UMKM menunjukkan ketahanannya terhadap krisis. Survei Kemenkop UKM, UNDP, dan Indosat pada 2021 ini menunjukkan 45,3% UMKM masih beroperasi penuh,  30,9% beroperasi setengah saja, dan 24% UMKM menghentikan operasional bisnis. “Lalu 10,9% UMKM yang disurvei menyebutkan diversifikasi usaha sebagai salah satu cara untuk menghadapi pandemi, 26,1% UMKM merasakan pemasaran online dapat membantu keberlangsungan usaha,” tutur Teten dalam WeWo Webinar Series: Pemulihan Ekonomi Nasional yang bertajuk 'UMKM Sebagai Motor Penggerak Perekonomian' di Jakarta, Selasa (26/10/2021).

Teten menyampaikan sekitar 62% UMKM menggunakan platform dalam jaringan (daring) atau online itu untuk memasarkan produk. “Dan 41,5% UMKM melakukannya (online) sebelum pandemi dan yang sisanya melakukan digitalisasi di masa pandemi ini,” imbuh Teten.

Kemenkop UKM meyakini ekosistem digital mendorong percepatan pemulihan ekonomi UMKM dan nasional.  “Pemerintah, BUMN, dan usaha skala besar perlu bersinergi dalam membentuk ekosistem UMKM. Dalam meningkatkan kapasitas usaha UMKM, maka pemerintah melaksanakan program inkubasi bisnis yang berupa pelatihan, pendampingan dan bermitra dengan perguruan tinggi, startup, aggregator, dan organisasi inkubator bisnis lainnya. Pengembangan program pendampingan ini bekerjasama dengan inkubator bisnis perguruan tinggi dan swasta,” ungkap Teten menjabarkan.

Perluasan akses pembiayaan juga dipacu, misalnya meningkatkan porsi kredit usaha rakyat (KUR) perbankan. Kemudian, UMKM dipermudah akses pembiayaan atau modal produktif melalui perusahaan peer to peer lending, angel investor, crowd funding, dan lainnya. “Akses pembiayaan diperluas, porsi kredit perbankan kepada UMKM ditingkatkan 30% di 2024 dari 20%. Saya mengajak semua pihak berkolaborasi guna melahirkan wirausaha dan UMKM yang unggul dan inovatif dan berdaya saing tinggi ke depannya,” ucap Teten.

Kini, jumlah  usaha mikro kecil dan menengah  (UMKM) yang terhubung ke ekosistem digital mencapai 15,9 juta  unit, dibandingkan dengan 8 juta unit sebelum Maret 2020. Kemenkop UKM menargetkan 30 juta UMKM dapat terhubung  ke dalam platform digital di 2024. Dengan  terhubung ke ekosistem digital, akan  menjadi salah satu peluang bagi  UMKM untuk tumbuh ekspansif Teten menjelaskan transformasi  digital menjadi kunci pemulihan  ekonomi nasional. Ekonomi digital Indonesia akan menjadi yang terbesar  di Asia Tenggara pada 2025. Laporan Google dan Temasek mengestimasikan nilai ekonomi digital Indonesia bakal mencapai 124 miliar di 2025, lebih tinggi dari  nilai ekonomi digital pada 2020 yang senilai US$ 44 miliar atau setara Rp 638 triliun. Teten mendorong UMKM untuk mengakselerasi digitalisasi.

Transformasi Digital

Temmy Satya Permana, Asisten Deputi Pembiayaan UKM di Kemenkop UMKM, menyampaikan pendapat senada. “UMKM yang mampu bertahan adalah yang bertransformasi ke online dari konvesional,” sebutnya. Merujuk data Kemenkop UMKM, Temmy menjabarkan program transformasi untuk UMKM, antara lain transformasi UMKM ke sektor formal, transformasi digital, modernisasi koperasi, transformasi k rantai nilai (value chain). Adapun, program transformasi di 2021, menurut Temmy, adalah program 100 koperasi modern, transformasi usaha informal ke formal untuk 2,5 juta unit ultra mikro(UMi), memacu kontribusi ekspor UKM sebesar 15,26%, meningkatkan rasio kewirausahaan 3,55%, penyaluran dana bergulir kepada koperasi dan UKM strategis serta pengembangan SMESCO hub di Indonesia Timur.

Berbicara transformasi UMKM, Hermawati Setyorini, Ketua Umum Asosiasi Industri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Indonesia (Akumandiri), angkat suara mengenai hal ini. Hermawati mengatakan UMKM dihimbau memoderniasi untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar ke pasar domestik serta luar negeri. UMKM yang berperan besar sebagai solusi perekonmian perlu diperkuat keberadaannya. “Berbagai kesulitan dan hambatan yang dihadapai UMKM harus dipecahkan. Karena berbagai keterbatasan yang dimiliki, maka UMKM akan kesulitan menyelesaikan segala permasalahannya sendiri. Untuk mengembangkan UMKM bukan hanya dengan penguatan modal, namun perlu dibangkitkan rasa percaya dirinya, supaya muncul aneka kreativitas dan inovasi,” tutur Hermawati.

Beragam cara kolaborasi berpeluang mengakselerasi ini, diantaranya membuka jaringan kepada generasi milenial terutama mahasiswa untuk terlibat dalam pendampingan UMKM dan pendampingan berkelanjutan untuk Membuka pola pikir UMKM tentang kemungkinan hal hal baru yang belum pernah dilakukan. Secara tidak langsung hal ini akan meningkatkan daya saing UMKM,” sebutnya.Harapannya melalui kerja sama ini dapat membantu UMKM untuk terus berkembang dan berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi nasional. “Akumandiri melakukan pendampingan kepada UMKM di masa pandemi untuk menaikkan skala usaha mereka, ada beberapa yang sudah masuk e-commerce dan mengekspor produknya” ucap Hermawati

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyokong UMKM melalui KUR dan akses pembiayaan. Sepyan Uhyandi, SVP Small & Medium Business Development BRI, menjelaskan porsi penyaluran kredit UMKM pada periode 2016-2020 berkisar 74% hingga 81% dari total penyaluran kredit BRI. "BRI pada kuartal II 2021 menyalurkan kredit kepada UMKM senilai Rp 730,9 triliuun naik 9,1% dari Rp 670 tirliun di kuartal II tahun 2020. Komposisinya (kredit UMKM) di kuartal II/2021 di atas 80.12% dari jumlah keseluruhan kredit BRI senilai Rp 912,1 triliun," ujar Sepyan. Selain akses pembiayaan, BRI mendampingi serta memberdayakan UMKM berbasis digital dan modern untuk mengembangkan pasar ekspor. “Pemberdayaan BRI adalah BRIncubator yang Go Global, Go Modern, Go Digital, dan Go Global.

BRI mendampingi UMKM untuk memutakhirkan pengemasan, meningkatkan kualitas produk, aspek legal, manajemen keuangan dan lainnya,” tutur Sepyan.  Tauhid Ahmad, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance menjabarkan (INDEF), menyebutkan pertumbuhan bisnis UMKM terkoreksi di awal pandemi pada tahun 2020. “Pemulihan UMKM di 2021, peningkatan jumlah UMKM yang Go  Digital melebihi perkiraan semula  dan diperkirakan akan semakin  meningkat dengan cepat, the way of market UMKM untuk memperluas pasar akan berlanjut, ” ujar Tauhid.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)