DPR Setujui Pertumbuhan Ekonomi 5,1%

Komisi XI Bidang Keuangan, Perencanaan Pembangunan, dan Perbankan Dewan Perwakilan Rakyat serta pemerintah menyepakati pembahasan asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017. "Pertumbuhan ekonomi ditargetkan sebesar 5,1 persen," kata Ketua Komisi XI Melchias Marcus Mekeng di gedung DPR, Jakarta, Rabu malam, 7 September 2016.

Asumsi pertumbuhan ekonomi yang disepakati lebih tinggi daripada usulan Komisi XI sebesar 5,05 persen. Angka tersebut dinilai lebih realistis mengingat realisasi pertumbuhan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir.

DPR dan pemerintah juga bersepakat asumsi inflasi di kisaran 4 persen. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sebesar 13.300. Sedangkan rata-rata suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) tiga bulan diasumsikan berada di tingkat 5,3 persen.

Destry Damayanti, Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan saat menyampaikan materi Prospek Ekonomi dan Perbankan 2016 di Jakarta, (14/3). Destry Damayanti, Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan saat menyampaikan materi Prospek Ekonomi dan Perbankan 2016 di Jakarta, (14/3).

Tingkat pengangguran yang disepakati berada di posisi 5,6 persen. Tingkat kemiskinan dipatok di angka 10,5 persen. Gini ratio disepakati di posisi 0,39. Sedangkan indeks pembangunan manusia (IPM) ditetapkan sebesar 70,1.

Komisi XI mengusulkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,05 persen; inflasi 4 persen; nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika sebesar 13.300; dan rata-rata suku bunga SPN tiga bulan sebesar 5,3 persen. Target tingkat pengangguran diusulkan di angka 5,6 persen dan tingkat kemiskinan 10,5 persen. Adapun gini ratio dipatok sebesar 0,39 dan IPM sebesar 70,1.

Sementara itu, asumsi makro yang disetujui panitia kerja yang terdiri atas perwakilan pemerintah dan anggota DPR memutuskan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen. Inflasi diasumsikan sebesar 4 persen; rata-rata suku bunga SPN tiga bulan sebesar 5,3 persen; dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika senilai 13.300. Tingkat pengangguran berada di posisi 5,6 persen dan tingkat kemiskinan 10,5 persen. Sedangkan gini ratio dipatok sebesar 0,38 dan IPM sebesar 70,1.

Dalam nota keuangan, asumsi makro pertumbuhan ekonomi ditargetkan 5,3 persen; inflasi 4 persen; nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika sebesar 13.300 per dolar; dan rata-rata suku bunga SPN tiga bulan sebesar 5,3 persen. Target pembangunan adalah tingkat pengangguran di angka 5,3-5,6 persen dan tingkat kemiskinan 9,5-10,5 persen. Adapun gini ratio dipatok 0,38 dan IPM sebesar 70,1.

Tempo

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)