Dukung Industri Elektronika, Kemenperin Apresiasi Polri Usung Teknologi 4.0

Kementerian Perindustrian mengapresiasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang akan mengimplementasikan program Polisi 4.0 dalam rangka mendukung tugasnya agar lebih efektif dan efisien. Program Polisi 4.0 ini diusung oleh Komjen Listyo Sigit Prabowo selaku Kapolri terpilih yang telah disetujui oleh DPR.

“Kami merespons positif rencana program Polisi 4.0 karena sejalan dengan program prioritas peta jalan Making Indonesia 4.0 yang juga akan mendukung sektor industri elektronik dan telematika,” kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Taufiek Bawazier di Jalarta, (24/1/2021).

Menurut Taufiek, transformasi digital di Kepolisian bakal memberikan dampak positif terhadap inovasi dan pertumbuhan sektor industri di dalam negeri terutama industri penghasil hardware dan software untuk artificial intelligence (AI). Ia menyebut, pemanfaatan AI untuk kepolisian seperti Automatic License Plate Recognition (ALPR) dapat mengurangi beban dalam memonitor pelanggaran di jalan. Selain itu,pemanfaatan surveillance equipment seperti drone dapat menumbuhkan industri dalam negeri sekaligus membantu Kepolisian dalam tugas mengurangi criminal rate dan memberi pelayanan terhadap masyarakat lebih optimal.

“Kesiapan Polri ini perlu didukung dengan pelatihan-pelatihan sumber daya manusia (SDM) yang berbasis kompetensi sehingga aplikasi teknologi Kepolisian dapat berlangsung terus dan penyedia di sektor industri terus berinovasi sesuai kebutuhan pelayanan di Kepolisian,” tambah Taufiek.

Perwujudan digitalisasi lainnya yaitu Thermal Imaging digunakan untuk membantu penglihatan dalam kondisi gelap, aplikasi Biometrik untuk mengungkap fingerprint dan DNA, serta pemanfaatan GPS untuk shots-potter jika terjadi penembakan. Selain itu, pemanfaatan teknologi facial recognition untuk mempercepat identifikasi dan analitik dalam mengungkap persoalan di lapangan.

Peran industri kamera dan robot juga strategis dimanfaatkan oleh kepolisian sebagai penunjang kamera di lapangan yang terhubung di kantor pusat.

“Namun demikian, teknologi ini harus dimanfaatkan sesuai kebutuhan sehingga alokasi anggaran dapat efisien,” tegas Taufiek.

Terkait beberapa pihak yang melihat Polisi 4.0 akan mengurangi jumlah personel Polisi, Taufiek justru melihat program tersebut akan menambah jumlah polisi yang profesional dalam pemanfaatan teknologi juga meningkatkan skill Polisi yang ada saat ini.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)