Dunia Hadapi Tantangan Operasional Bisnis Akibat Pandemi

Group Head of Global Transaction Services, DBS Bank, John Lauren, menyampaikan bahwa Covid-19 telah mendorong pergeseran dalam rantai perdagangan dan pasokan serta menambahkan volume perdagangan itu sendiri.

Hal itu disampaikan saat webinar DBS dalam paparan John yang membahas topik Aftermath of Covid-19: Inovasi dalam manajemen perdagangan dan kas dengan partisipasi media dari Singapura, Cina, Hong Kong, India, Taiwan, Inggris termasuk Indonesia.

World Trade Organization (WTO) memperkirakan perdagangan global akan turun 18,5% pada Q2 2020, dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. International Monetary Fund (IMF) juga memperkirakan volume perdagangan barang dan jasa akan turun sebesar 12% pada 2020. Volume perdagangan turun di semua pasar secara month-on-month pada April, dengan Asia terbukti paling tahan banting (AS -16,8%, Eropa -20,1%, dan negara berkembang Asia (termasuk Tiongkok dan India) -6%).

Adapun tantangan yang dihadapi oleh bisnis di seluruh Asia yakni gangguan rantai pasokan menyebabkan keterlambatan realisasi kas karena pasar global telah mengalami penurunan permintaan, yang menyebabkan pembatalan pesanan, keterlambatan pembayaran, dan perpanjangan penghentian kegiatan pabrik. Bahkan secara khusus, UKM pun kesulitan mempertahankan arus kas memadai dan mendapatkan akses ke modal.

Sementara itu, tantangan operasional bisnis di tengah lockdown yakni semua pusat produksi Asia tengah mengalami pembatasan tenaga kerja dan menghadapi hambatan logistik, adanya aturan wfh, gangguan pengiriman dokumen fisik dan klaim barang di pelabuhan, serta akses likuiditas yang terganggu.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Tags:
IMF WTO

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)