Ekonomi Lesu, Bursa Tetap Perkasa

Situasi ekonomi lokal maupun domestik memang belum kembali seperti sedia kala. Meski begitu, minat perusahaan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia masih tinggi. Total ada 16 emiten yang melepas sahamnya ke publik.

“Dari sisi pertambahan jumlah emiten, BEI lebih baik dari Bursa Efek Singapura yang justru kehilangan 10 emiten dan Filipina yang terlepas 1 emiten di tahun yang sama,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman Hadad dalam rilisnya.

Budi Hikmat, Kepala Ekonom PT Bahana TCW Investment Management (bagian tengah dan berkacamata), dikerumuni oleh calon investor muda yang memadati Festival Pasar Modal Syariah 2016 di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (31/3/2016). (Foto : Vicky Rachman/SWA). Budi Hikmat, Kepala Ekonom PT Bahana TCW Investment Management (bagian tengah dan berkacamata), dikerumuni oleh calon investor muda yang memadati Festival Pasar Modal Syariah 2016 di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (31/3/2016). (Foto : Vicky Rachman/SWA).

 

Menurut dia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mencatat pertumbuhan sebesar 15,45% atau menjadi indeks terbaik kedua di kawasan Asia Pasifik dan menduduki ranking 5 terbaik dunia. Hingga 29 Desember 2016, IHSG ditutup pada posisi 5.302,57 meningkat sebesar 15,45% dibandingkan posisi penutupan tahun lalu.

Dari pasar modal, 14 perusahaan berhasil memobilisasi dana hingga Rp12,07 triliun dari initial public offering (IPO). Sementara, 34 perusahaan sukses meraup dana sebesar Rp68,06 triliun lewat right issue.

Sebanyak 75 perusahaan yang menerbitkan obligasi korporasi mampu menghimpun dana hingga Rp115,46 triliun. Total nilai Penawaran Umum selama 2016 adalah Rp194,74 triliun atau naik 68,94% dari tahun sebelumnya.

“Industri Reksadana juga mengalami pertumbuhan yang cukup baik. NAB Reksa Dana meningkat 22,66% menjadi Rp333,61 triliun,” kata Muliaman.

Pada perdagangan tahun ini, BEI mencetak beberapa rekor baru sepanjang sejarah BEI. Saham yang diperdagangkan di BEI pernah mencapai rekor tertinggi, yakni sebanyak 433 ribu kali dalam sehari, yang menandakan saham yang listing di BEI cukup likuid. Tahun ini, BEI juga mencapai level kapitalisasi pasar tertinggi hingga Rp 5.890 triliun.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)