Fahri Hamzah Desak BPK Audit Inalum

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Fahri Hamzah, mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit PT Inalum terkait pembelian 51% saham Freeport. Menurutnya, ada hal yang disembunyikan oleh pemerintah mengenai transaksi Inalum pada Freeport.

Untuk itu, Fahri menyebut audit diperlukan guna memberikan rasa tenang pada masyarakat Indonesia, khususnya Papua tentang apa yang sedang terjadi.

“Beban masa lalunya dibuang, temuan audit BPK yang Rp185 triliun dibuang, fakta bahwa dia tidak bisa mengekspor konsentrat itu dibuang, fakta akan berakhir tahun depan dibuang, itu dibuang semua. Inalum BUMN kecil, tidak tahu disuntik apa, tiba-tiba nampak seperti raksaksa dan bisa mengeksekusi PT Freeport McMoran, itu dari mana ceritanya. Di Komisi VII, Inalum itu tidak berani berargumen,” kata Fahri.

Lebih lanjut Fahri mengibaratkan, divestasi Freeport ini seperti rentenir yang memberikan pinjaman untuk membeli barang rentenirnya.

“Karena di belakang Inalum itu ada transaksi yang tidak pernah dijelaskan pada DPR. Siapa yang memberikan utang, bagaimana struktur utangnya, siapa yang menjamin utang itu, dan bagaimana saham 51% yang dijaminkan kembali sebagai jaminan utang. Kemudian perusahaan apa yang terlibat, konsorsium mana yang terlibat,” ujarnya.

Sebelumnya, PT Inalum dan Freeport McMoRan Inc telah melakukan Penandatanganan Pokok-Pokok Kesepakatan Divestasi Saham PT Freeport Indonesia. Kepemilikan Inalum di PTFI setelah penjualan saham dan hak tersebut menjadi sebesar 51% dari semula 9,36%.

Pokok-pokok perjanjian ini selaras dengan kesepakatan pada tanggal 12 Januari 2018 antara Pemerintah Indonesia, Pemerintah Provinsi Papua, dan Pemerintah Kabupaten Mimika, dimana pemerintah daerah akan mendapatkan saham sebesar 10% dari kepemilikan saham PTFI.

Dalam perjanjian tersebut, Inalum mengeluarkan dana sebesar US$3,85 miliar atau Rp 55,44 triliun untuk membeli hak partisipasi Rio Tinto di PTFI dan 100% saham FCX di PT Indocopper Investama, yang memiliki 9,36% saham di PTFI.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)