Harga Minyak dan Emas Merosot

Harga minyak mentah WTI merosot tajam pada hari Rabu (26/8/2016) menuju US $46.50, karena persediaan minyak mentah AS meningkat di luar dugaan sehingga menimbulkan kekhawatiran oversuplai berlebihan di pasar global.

Persediaan minyak mentah terus meningkat dan jumlah sumur minyak pun meningkat selama delapan pekan berturut-turut sehingga mempertajam masalah oversuplai besar-besaran ini. Selama beberapa saat terakhir, minyak mengabaikan faktor fundamental yang bearish karena harapan yang begitu besar terhadap potensi kesepakatan pembekuan level produksi OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) mendongkrak harga ke level yang mengejutkan. Para anggota OPEC mungkin mampu mengeksploitasi sensitivitas harga minyak untuk menciptakan lonjakan spekulatif harga, namun ini memiliki konsekuensi serius.

minyak-dan-emas

"Kredibilitas OPEC adalah taruhannya. Apabila rapat informal September tidak menghasilkan apa-apa, sama seperti rapat di Doha, maka kredibilitas kartel ini akan semakin hancur dan harga minyak berpotensi anjlok. Perlu diperhatikan bahwa OPEC menghadapi prisoner's dilemma terkait pemotongan produksi karena hal tersebut dapat menjadi insentif bagi minyak serpih AS untuk kembali memasuki pasar," kata Lukman Otunuga, Research Analyst FXTM.

WTI saat ini bearish. Permintaan minyak mentah dari Cina dikhawatirkan terus menurun dan Beijing sedang menyelidiki dugaan penghindaran pajak di pasar minyak sehingga harga akan semakin tertekan. Investor bearish dapat kembali mendominasi karena masalah oversuplai dan penurunan permintaan dapat mendorong para penjual untuk mengadakan aksi jual minyak besar-besaran. Dari sudut pandang teknikal, apabila terjadi breakdown di bawah US $46, maka harga dapat mengarah ke US $44.

Harga emas mendadak merosot ke level terendah empat pekan yaitu US $1325 di hari Rabu karena ketidakpastian peningkatan suku bunga AS di tahun 2016 membuat investor untuk melepas posisi bullish mereka. Logam mulia ini tetap sangat sensitif terhadap ekspektasi peningkatan suku bunga AS dan berpotensi bergerak tajam pada hari Jumat jika Yellen memberi kejelasan yang sudah lama dinantikan pasar. Jika pernyataan di hari Jumat bernada hawkish, maka investor bearish dapat terinspirasi untuk melampaui level support $1315. Sebaliknya, jika investor tidak mendapatkan sinyal tentang jadwal peningkatan suku bunga AS, maka harga emas mungkin menguat. Dari sudut pandang teknikal, investor bullish harus menjaga harga di atas level US $1.315 untuk mempertahankan tren naik bullish saat ini.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)