Indef Sebut, Ekonomi RI Relatif Stabil di Tengah Ancaman Resesi Global

Ilustrasi jual beli di pasar (Foto: Antara)
Ilustrasi jual beli di pasar (Foto: Antara)

Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menyebut perekonomian Indonesia relatif stabil di tengah potensi resesi global.

“Kenapa relatif stabil, karena komponen utama yang mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia itu bukan ekspor dan impor. Karena rasio ekspor impor kita itu kecil hanya 39,9 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB),” kata Esther pada Diskusi Publik bertajuk Refleksi Akhir Tahun: Ekonom Perempuan Mewaspadai Resesi Ekonomi Global di Jakarta, Jumat, 20 Desember 2019.

Dia memaparkan, komponen utama yang menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah konsumsi yang rasionya mencapai 56 persen terhadap PDB.

Sehingga, menurut dia,  yang perlu diupayakan pemerintah tahun depan adalah menjaga agar sektor konsumsi tetap berjalan dengan baik.

“Jadi, pemerintah kalau ingin stabil ke depannya ya jangan ganggu konsumsi karena ini merupakan komponen utama,” ujarnya.

Pertumbuhan ekonomi di beberapa negara mengalami penurunan, bahkan Amerika Serikat yang termasuk dalam kategori kuat dari sisi pertumbuhan ekonomi juga melambat akibat resesi global.

Jerman bahkan mengalami pertumbuhan negatif, meskipun terakhir hanya tumbuh 0,4 persen. Sementara Tiongkok yang biasanya tumbuh 7 persen, diperkirakan hanya akan mencapai pertumbuhan 5,5 persen hingga akhir 2019.

Sedangkan, pertumbuhan ekonomi Eropa, Inggris, Jepang dan India merosot tajam di kisaran 5 persen.

Dalam kondisi tersebut, kendati diprediksi relatif stabil, pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai tetap perlu diwaspadai.

Sumber: Tempo.co

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)