India Perkuat Investasi di Indonesia

Dengan perdagangan bilateral sebesar US$ 15,9 juta pada tahun 2015-2016, Indonesia telah muncul sebagai mitra dagang terbesar India di kawasan ASEAN. Naushad Forbes, President Confederation of Indian Industry (CII) mengatakan bahwa masih banyak kesempatan untuk meningkatkan hubungan ekonomi antara kedua negara mengingat potensi besar yang masih belum dimanfaatkan dan peluang baru yang muncul.

Naushad Forbes, President Confederation of Indian Industry dan Adi Godrej, CEO Godrej Group. Naushad Forbes, President Confederation of Indian Industry dan Adi Godrej, CEO Godrej Group.

"Ada potensi besar untuk memperluas perdagangan antara kedua negara di bidang komponen otomotif, mobil, produk permesinan, IT, farmasi, bio-teknologi dan sektor kesehatan", ujar Naushad Forbes dalam kunjungan bersama pelaku usaha dan industri India di Hotel Shangri-La, Jakarta, (18/7).

Adapun skenario investasi di Indonesia dinilai sangat mendukung dan menarik bagi India untuk berinvestasi. Ada sekitar 50 investasi India atau joint ventures di Indonesia dengan investasi yang signifikan dalam sektor infrastruktur, listrik, tekstil, baja, otomotif, mesin pertambangan, perbankan dan barang konsumsi. "Kunjungan ini datang pada waktu yang sangat tepat. India dan Indonesia sedang berjuang untuk membuat transformasi besar dalam bidang sosial-ekonomi melalui inisiatif ekonomi baru. Indonesia sebagai ekonomi terbesar di ASEAN dapat meminjamkan traksi penting untuk Kebijakan India yaitu Act East", kata Chandrajit Banerjee, Direktur Jenderal, CII.

Mengenai peluang di Indonesia, Adi Godrej, mantan Presiden CII dan CEO Godrej Group mengatakan Indonesia adalah partner bisnis internasional dan merupakan kunci bagi perkembangan strategi bagi Godrej. “Kami telah melakukan investasi signifikan dengan mengakuisisi Megasari Group dengan merk seperti Hit, Stella dan Mitu. Saat ini, kami telah memperkerjakan 5.000 pekerja Indonesia sebagai bagian dari tim kami dan mengembangkan usaha kami untuk menjadi skala ASEAN. Indonesia memiliki pasar konsumen yang berkembang pesat di dunia, dengan banyaknya populasi muda. Kami percaya bahwa hal ini akan menyediakan banyak sekali peluang bagi kedua negara untuk bekerjasama dan meningkatkan konsumsi dalam berbagai kategori utama,” ujarnya.

Selama kunjungan dua hari pada 18-19 Juli 2016, delegasi CII akan menemui Menteri Perdagangan Indonesia, Menteri Perindustrian, Menteri Perhubungan, Sekretaris Kabinet, Wakil Ketua BKPM dan berinteraksi dengan Ketua dan anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Kunjungan ini juga akan mencakup pertemuan bisnis yang akan menyediakan platform bagi industri India untuk memahami daerah-daerah tertentu dalam berkolaborasi. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)