Infrastruktur Kontrol Akses Dituntut Lebih Memadai

Hasil survei yang dikeluarkan oleh perusahaan penyedia solusi identitas, HID Global, menyebut infrastruktur kontrol akses pada banyak perusahaan sudah tidak lagi memadai, sama halnya dengan kepercayaan para eksekutif yang menangani keamanan akses perusahaan. Hasil survei ini dilakukan pada akhir 2019 terhadap anggota dan pelanggan ASIS International di seluruh dunia mengenai teknologi kontrol akses, pengunaannya, dan tren terkait.

The 2020 State of Physical Access Control Report disusun berdasarkan masukan dari 473 responden dalam Survei Tren Sistem Kontrol Akses 2019 yang diadakan HID Global bersama Security Research.

Director of Sales, ASEAN, Physical Access Control, HID Global, Alex Tan mengemukakan banyak perusahaan yang berupaya memodernisasi sistem kontrol akses mereka.

“Pada tahun 2017, hanya 45% organisasi yang menggunakan sedikitnya satu teknologi pengelolaan identitas yang lebih aman sedangkan survei pada tahun 2019 menemukan jumlahnya meningkat menjadi 54%,” jelasnya.

Penggunaan teknologi akses mobile dalam sistem kontrol aksessemakin diminati. Solusi teknologi ini menjanjikan kecepatan, kenyamanan, keamanan tingkat tinggi (seperti deteksi biometrik built-in pada perangkat), dan fleksibilitas.

Aplikasi yang paling banyak digunakan adalah identifikasi, termasuk foto diri  sebesar 80% di tahun 2017 dan 2019, akses ke sumber daya TI sebesar 68% pada tahun 2019, akses kontrol parkir atau pintu sebesar 61% pada tahun 2019.

Sebesar 45% responden menyebut isu terkait teknologi ternyata menjadi tantangan terbesar dalam penerapan sistem kontrol akses yang harus diantisipasi. Data yang diperoleh dari sistem kontrol akses kini telah menjadi aset yang benilai tinggi dalam analisa bisnis.   

Pada survei tahun 2017, sebanyak 73% responden melaporkan bahwa solusi yang mereka gunakan saat itu telah memenuhi atau melampaui syarat keamanan yang mereka tentukan. Namun pada tahun 2019, hanya 50% responden yang mengatakan demikian dengan alasan infrastruktur mereka sudah berumur padahal kompleksitas ancaman semakin besar.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Tags:

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)