Ini Skema Pelaksanaan Program Kartu Prakerja 2023

Petugas mendampingi warga yang melakukan pendaftaran calon peserta Kartu Prakerja di LTSA-UPT P2TK di Surabaya, Jawa Timur (Foto: ANTARA)

Beda skema dari dua tahun sebelumnya, pemerintah dalam melanjutkan program pelaksanaan Kartu Prakerja dengan skema normal di 2023. Nantinya, pelatihan akan dilakukan baik secara daring (online), luring (offline) maupun campuran (hybrid).

Airlangga Hartanto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menerangkan, pelatihan yang diikuti peserta juga akan berdurasi lebih panjang yakni minimal 15 jam dibandingkan sebelumnya yang minimal 6 jam. "Hal baru yang baru yaitu, saat skema semi bansos (tahun lalu) pelatihan online minimal 6 jam, sekarang ditingkatkan menjadi 15 jam," ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Kamis kemarin.

Dia menjelaskan untuk pelatihan yang dilakukan secara campuran offline dan online atau hybrid akan secara bertahap diterapkan di berbagai wilayah. Pada tahap awal akan diterapkan di 10 provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Papua.

Pelatihan yang dilakukan secara langsung atau luring (offline) akan diutamakan bidang-bidang tertentu, antara lain keterampilan yang masuk dalam kriteria Indonesia critical occupation list menurut studi World Economic Forum. "Kemudian juga terkait dengan future of job, juga dengan research online," terangnya.

Bidang pelatihan yang akan diikuti secara luring meliputi pendidikan terkait dengan bisnis, seperti digital marketing,data specialist, manajer logistik, surveyor, dan desain grafis. Lalu sektor manufaktur, seperti pelatihan untuk manajer produksi, manajer operasi, ahli teknik industri dan produksi, inspektur keselamatan kesehatan dan kualitas, serta ahli kesehatan dan kebersihan lingkungan kerja. Kemudian pada bidang ekonomi kreatif antara lain pelatihan desain grafis, desain layout, animator.

Sementara pada bidang teknik, seperti pelatihan untuk teknisi jaringan dan sistem komputer, serta power plant operator. "Juga di bidang pertanian diberikan pelatihan skill farmer. Di bidang jasa, diberi pelatihan termasuk untuk kurir, pengantar paket, serta di hospitality pelatihan terkait kebersihan, stock keeper, dan lain-lain," jelasnya.

Airlangga juga menjelaskan para peserta akan menerima total insentif Rp 4,2 juta per orang dari yang sebelumnya hanya Rp 3,5 juta per orang. “Untuk biaya pergantian transportasi sebersar Rp 600 ribbu yang dibayarkan satu kali dan insentif survey sebesar Rp 100 ribu yang digunakan untuk dua kali survey atau masing-masing survey Rp 50 ribu.

Pergantian biaya transportasi diberikan karenan pelatihannya dilakukan secara tatap muka atau offline. Waktu pelatihan Prakerja akan berlangsung selama 15 jam. “Pada saat skema bansos (tahun lalu), biaya pelatihannya lebih rendah daripada bantuan. Sekarang biata pelatihan saja sebesar Rp 4,2 juta. Total anggaran program Kartu Prakerja 2023 mencapai Rp 2,67 triliun pada awal tahap pelaksanaan,” terangnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)