Ini Strategi Kemenkeu Capai Pertumbuhan Ekonomi 5,3 Persen di 2020

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi (shutterstock)
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi (shutterstock)

Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Andin Hadiyanto mengatakan pertumbuhan ekonomi sampai akhir 2019 sebesar 5,1 persen. Angka itu, kata dia, akan naik menjadi 5,3 persen pada 2020 dengan berbagai upaya termasuk dorongan stimulus fiskal.

"Ada tax holiday, tax allowance jalan terus. Sektor ditambah termasuk untuk pariwisata. Termasuk empat destinasi wisata prioritas seperti Labuan Bajo, Borobudur, Danau Toba, dan Mandalika," kata Andin di Pacific Place, Jakarta, 8 Oktober 2019.

Menurut dia, destinasi pariwisata tersebut mulai dikembangkan dengan harapkan ada multiplier effect lebih tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi.

Hal itu perlu dikembangkan, karena Andin melihat struktur ekonomi Indonesia sudah bergeser ke sektor jasa hampir 60 persen. Sayangnya, kata dia, sektor manufaktur turun.

"Ini tantangan kita. Karena sektor jasa yang naik bukan high end, tapi low end," ujarnya.

Saat ini, kata dia, peran sektor ekonomi kreatif juga semakin besar, yaitu 7,4 persen Produk Domestik Bruto atau PDB. Karena itu, kata dia, perlu kerja sama dari berbagai pihak untuk dapat terus mendorong industri kreatif.

Kendati begitu, Andin juga menuturkan, ekonomi Indonesia tahun ini tidak mudah. Hal itu karena adanya faktor eksternal yang mempengaruhi, seperti adanya perang dagang dan brexit.

Buat beberapa negara berkembang, kata dia, hal itu sangat berdampak, seperti Argentina yang saat ini menuju krisis. Namun, Indonesia masih tumbuh di kisaran 5 persen.

"Sekalipun situasi global tidak menentu, pasar modal dalam negeri naik signifikan. Kalau tahun lalu 6 triliun, sampai September 2019 saja sudah belasan triliun. Dolar cenderung apresiasi. Ini suatu prestasi di tengah situasi yang kurang menentu," ujar dia.

Tapi demikian, kata dia, tidak bisa dielakkan bahwa pelemahan global pengaruhi kinerja 2018 hingga 2019, seperti terlihat pada defisit transaksi berjalan.

"Untungnya konsumsi domestik masih terjaga baik, sehingga mampu menopang pertumbuhan ekonomi 5 persen," kata Andin.

Sumber: Tempo.co

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)