Jasa Kontruksi Kontributor Terbesar Pendapatan PTPP


Mengakhiri tahun buku 2017, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan pendapatan Rp21,5 triliun atau naik 31% dibandingkan tahun sebelumnya Rp16,5 triliun. Divisi Jasa Konstruksi merupakan kontributor pendapatan terbesar, yaitu 70%. Disusul divisi Engineering, Procurement, and Construction 15% serta Properti&Realty13%

Tumiyana, Presiden Direktur PTPP di Jakarta menjelaskan bahwa secara segmen, Jasa Konstruksi merupakan kontributor terbesar dengan kontribusi sebesar 70% dari Pendapatan Perseroan, disusul oleh Engineering, Procurement, and Construction (EPC) dan Properti dan Realti masing-masing sebesar 15% dan 13%.

Sementara itu, laba kotor dan laba usaha masing-masing Rp3,25 triliun dan Rp2,52 atau tumbuh sebesar 32% dan 29% (yoy). "Dengan demikian, marjin laba kotor dan marjin laba usaha masing-masing terjaga di level 15% dan 12%," kata Tumiyana, Presiden Direktur PTPP, dalam siaran persnya di Jakarta (12/3/2018).

PTPP membukukan laba bersih sebesar Rp1,72 triliun atau berhasil tumbuh 50% (yoy) dibandingkan Rp1,14 triliun di 2016. Setelah dikurangi Kepentingan Non-Pengendali, laba bersih per saham atau earnings per share mencapai Rp234 di 2017 dibandingkan Rp206 di tahun 2016.

Untuk kas dan setara kas perseroan Rp9,3 triliun, total utang berbunga (interest-bearing debts) sebesar Rp8,9 triliun, ekuitas sebesar Rp14,2 triliun dan total aset sebesar Rp41,7 triliun. Posisi keuangan ini mencerminkan gearing ratio sebesar 0,6 kali dan net gearing ratio sebesar -0,05 kali, serta interest-bearing debts-to-asset sebesar 0,2 kali. Rasio-rasio tersebut yang mencerminkan kualitas kesehatan keuangan serta kapasitas keuangan perseroan sangat besar.

“Perseroan berupaya menjaga pondasi keuangan tetap kokoh, sehingga struktur modal yang kuat ini akan menjadi landasan bagi pertumbuhan perusahaan yang berkesinambungan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham,” ujar Tumiyana. Kapasitas keuangan yang besar memberikan kesempatan PTPP berpartisipasi di proyek-proyek yang berskala besar. Bahkan menciptakan proyek investasi sendiri untuk menciptakan recurring income bagi perseroan di tahun-tahun mendatang.

PTPP membukukan arus kas operasi positif sebesar Rp1,4 triliun, atau tumbuh sebesar 48% dibandingkan dengan Rp986 miliar di tahun 2016. Pencapaian ini mencerminkan konsistensi perseroan untuk menjaga kesehatan arus kas perusahaan. “Di tengah tantangan dan persaingan industri konstruksi yang kian kompetitif, PTPP tidak hanya mampu men-deliver kinerja yang tumbuh pesat, namun juga pertumbuhan yang berkualitas dengan pondasi keuangan yang kokoh dan arus kas yang terjaga sehat,” jelasnya mengklaim.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)