Jurus Kemenpar Manfaatkan Asian Games untuk Menarik Wisatawan

Kamis pagi, 19 Juli 2018, bus-bus berlogo Wonderful Indonesia berjajar di kawasan Monas Jakarta, yang disertai gambar-gambar destinasi wisata di Tanah Air. Tampak Menteri Pariwisata Arief Yahya, Wakil Gubernur DKI Sandiaga S. Uno, Direktur PT Blue Bird Tbk. Andrianto Djokosoetono, Direktur Utama PT Trans Jakarta Budi Kaliwono, dan Direktur Utama DAMRI S.N. Milatia Moemin.

Wonderful Indonesia-Arief YahyaPada Kamis pagi itu memang diluncurkan bus berlogo Wonderful Indonesia yang diinisiasi oleh Kementerian Pariwisata, dan merupakan aktivasi program co-branding Wonderful Indonesia Kemenpar bersama Blue Bird, DAMRI, serta TransJakarta. Peluncuran bus berlogo Wonderful Indonesia tersebut dimaksudkan untuk menyambut pesta olahraga terbesar di Asia, Asian Games, yang akan berlangsung di Jakarta dan Palembang pada 18 Agustus-2 September 2018. Rencananya, akan ada 100 bus yang dibalut logo Wonderful Indonesia dan destinasi unggulan di Tanah Air, yakni 64 bus TransJakarta, 20 bus DAMRI, dan 16 shuttle bus Blue Bird.

Dengan adanya Wonderful Indonesia di badan bus diharapkan bisa memperkenalkan wisata Indonesia kepada peserta Asian Games,” ujar Menteri Arief. Ada tujuh destinasi unggulan yang ditawarkan saat Asian Games, yaitu Jakarta, Jawa Barat, Bali, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Banyuwangi. 

Menurut Arief, perhelatan akbar ajang olahraga terbesar di Asia ini bisa menjadi momentum yang baik untuk mempromosikan destinasi wisata di Indonesia. Pasalnya, menurut perhitungan Bappenas, akan ada 45 negara yang akan mengikuti ajang olahraga ini, dan diperkirakan ada 170 ribu wisatawan mancanegara (wisman) --terdiri dari atlet, official, penonton/supporter, juga awak media—yang mendatangkan devisa Rp 3 triliun.

Budi Kaliwono mengaku bangga TransJakarta bisa terlibat langsung untuk menyukseskan Asian Games 2018. “Ini suatu hal yang positif. Adanya gambar destinasi wisata di badan bus TransJakarta akan menjadi daya tarik orang naik bus Trans, dan bisa dimanfaatkan untuk berfoto,” kata Budi.

Andrianto Djokosoentono pun merasa senang Blue Bird bisa berpartisipasi dalam co-branding Wonderful Indonesia untuk Asian Games ini. “Bus-bus ini bisa dijadikan tempat foto yang Instagramable. Bus yang di-branding bersama ini nantinya akan digunakan di airport,” ujarnya. 

Sebagian dari bus-bus tersebut nantinya juga dijadikan moda transportasi para atlet dan official 45 negara peserta Asian Games 2018, serta awak media. Diharapkan saat pertama kali mereka menginjakkan kaki di Indonesia akan dimanjakan dengan keindahan destinasi pariwisata Indonesia yang terpampang di badan bus. Selain itu, mereka pun akan merasakan keramahan masyarakat Indonesia, yakni dengan layanan yang baik dari pengemudi serta awak busnya. “Bus tersebut juga akan terus berkeliling di Jakarta dari awal perhelatan Asian Games hingga bulan Desember 2018. Kalau 100 bus berkeliling Kota Jakarta, pasti akan kelihatan branding Wonderful Indonesia,” kata Arief.

Ia optimistis, dampak dari pemasangan branding Wonderful Indonesia-Asian Games 2018 sangat besar. “Media value-nya besar sekali di mana ajang olahraga ini akan disiarkan di 200 negara sehingga tidak rugi untuk menggunakan momentum tersebut sebagai promosi destinasi wisata,” mantan Presiden Direktur PT Telekom Indonesia (Persero) Tbk. ini menegaskan.

Menurut Arief, media value dari event sport tourism besarnya dua kali lipat dari direct impact. “Untuk Asian Games 2018 yang diproyeksikan memberikan direct impact sebesar 170.000 wisman dengan potensi devisa Rp 3 triliun, media value-nya diproyeksikan lebih besar dari direct impact- nya,” katanya. Pehitungan media value Asian Games ini mengacu pada penyelenggaraan MotoGP yang direct impact-nya sebesar US$ 100 juta sedangkan media value-nya mencapai US$ 200 juta atau dua kali lipat. “Tingginya media value MotoGP ini karena pemberitaannya yang luas, disiarkan ke 60 negara melalui 200 perusahaan broadcasting atau saluran tevisi dunia,” tuturnya.

Arief yakin, media value tersebut juga akan terjadi pada Asian Games 2018 yang merupakan salah satu event olahraga terbesar di dunia. Indirect impact untuk Asian Games 2018, yaitu melalui media value dengan estimasi jumlah penonton teve (non-streaming) sebanyak 300 juta audiens, dengan standar biaya media US$ 25 per 1.000 viewer, maka akan menghasilkan impact sekitar Rp 105 triliun (Rp 14.000/US$).

Menpar juga bercerita, branding Wonderful Indonesia dengan bus wrapping ini telah dilakukan pada momentum Piala Dunia 2018 Rusia dan Piala Eropa 2016 di Prancis. Selain itu, sudah banyak juga dilakukan di negara lain, misalnya pada bursa pariwisata dunia di ITB Berlin (Internationale Tourismus-Börse Berlin) dan WTM (World Travel Market) London.

Arief menjelaskan, saat di Rusia Kemenpar ditawari untuk membayar menggunakan media teve, tetapi ia memilih menggunakan media bus. Sama halnya ketika di ITB Berlin, Kemenpar juga memasang branding Wonderful Indonesia di semua bus juri dan delegasi. “Gunakan momentum itu setepat-tepatnya. Keyword-nya adalah momentum,” ia menegaskan lagi.

Tenaga Ahli Bidang Manajemen Strategis Kemenpar, Priyantono Rudito, yang juga Ketua II Tim Co-Branding Wonderful Indonesia, menambahkan, momentum ini baik digunakan sebagai exposure. “Ini momentum sangat berharga untuk mempromosikan wisata di daerah dan akan memiliki dampak branding yang kuat. Juga, untuk mendorong pencapaian target 17 juta wiswan di tahun ini,” ujar Priyantono.

Sport tourism ini, lanjut Priyantono, sangat efektif untuk mempromosikan wisata daerah. Pasalnya, dampak branding-nya lebih tinggi, sebab ada 170 ribu orang yang ditargetkan datang ke Indonesia. Para sopir dan awak bus akan bersentuhan langsung dengan tamu dan atlet, sehingga hospitality-nya pun harus baik. 

Bagi Sandiaga Uno, branding Wonderful Indonesia pada bus bukan hanya sekadar logo, tetapi juga komitmen untuk menyukseskan Asian Games 2018. “Branding bukan cuma logo, juga bukan hanya desain grafis, tapi melambangkan Indonesia,” katanya. Sandiaga menambahkan, penyelenggaraan Asian Games 2018 memberikan dampak ekonomi langsung pada Jakarta, di antaranya akan menciptakan 10 ribu lapangan kerja. “Kita harapkan direct impact juga lebih besar dengan datangnya para atlet, official, dan penonton mancanegara,” ujarnya. (*)

Sri Niken Handayani dan Kusnan M.D.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)