Jusuf Kalla Ajak Emiten Untuk Investasi ke Sektor Riil

Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka perdagangan perdana awal tahun 2018 di Bursa Efek Indonesia (2/1/2018).

Penekanan palm hand screen tepat pukul 09.00 WIB di BEI. Saat pembukaan perdagangan saham, IHSG perdagangan pagi dibuka melemah 3,80 poin atau setara 0,1 persen ke posisi 6.351. Sedangkan LQ45 melemah 1,88 poin atau setara 0,2 persen ke posisi 1.077 dan JII melemah 3,21 poin atau setara 0,4 persen ke posisi 755.

Sementara, sektor pertambangan menguat 8,51 poin, sektor konsumer menguat 8,16 poin, dan sektor manufaktur menguat 0,79 poin. Sedangkan sektor perkebunan melemah 8,07 poin, sektor infrastruktur melemah 6,84 poin, dan sektor perdagangan melemah 2,37 poin.

Dalam sambutannya, Jusuf Kalla mengungkapkan bahwa ‎hampir semua indikator ekonomi nasional mengalami perbaikan. Namun, pada kenyataannya pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak bisa berlari kencang seperti negara lainnya. “Jadi sekarang apa masalahnya? Indikator-indikator ekonomi, seperti inflasi terkendali, harga komoditas stabil, politik nasional juga stabil,”kata JK.

Untuk itu, Wapres mengajak para emiten di pasar modal untuk meningkatkan investasinya di sektor riil. Menurutnya satu-satunya yang perlu ditingkatkan adalah investasi riil, pasalnya hal tersebut merupakan salah satu cara untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional. “Bukan hanya pasar uang tapi riil dalam bentuk fisik, misalnya pabrik atau yang lain seperti smelter, infrastruktur dan lain lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini jaringan yang tersedia sudah cukup baik, sehingga bisa meningkatkan produktifitas. “Jadi jangan hanya bangga dengan indikator indeks, momen ini sebaiknya bisa dimanfaatkan oleh para emiten untuk memperluas investasi di sektor riil,” tegasnya.

Pemerintah sedang menggenjot pembangunan infrastruktur yang bisa dilihat dari dua sisi yakni, bisa menggerakkan industri seperti semen, baja dan perusahaan kontraktor juga berjalan. Di sisi lain, dengan pembangunan infrastruktur nantinya bisa terjadi efisiensi dalam logistik. “Sehingga kita harus dorong emiten untuk memperbesar investasinya di sektor riil, yang nantinya bisa berdampak ke ekonomi nasional” ujar JK.

Editor : Eva  Martha Rahayu

www.Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)