Kanada Jalin Komunikasi Bisnis dengan ASEAN

Indonesia merupakan salah satu poros ekonomi penting bagi perekonomian Asia selain India dan China. Kerja sama antara Kanada dan Negara ASEAN khususnya Indonesia, dinilai belum maksimal jika dibandingkan dengan mitra global lainnya. Padahal, beberapa sektor sangat berpotensi untuk dikembangkan seperti sektor pendidikan.

Wacana tersebut mengemuka dalam Forum Bisnis Kanada – ASEAN(Canada-ASEAN Business Forum / CABF) yang diselenggarakan mulai 7 September hingga 8 September 2016 di Jakarta, Indonesia. Forum bisnis selama dua hari ini melibatkan 260 peserta dan para pemimpin bisnis global dan pejabat pemerintahan senior dari Kanada dan Asia Tenggara untuk mengeksplorasi peluang-peluang percepatan perdagangan dan kerjasama multilateral.

Presiden CABC Wayne Farmer mengatakan, potensi untuk perusahaan Kanada di ASEAN sangat substansial, namun kehadiran Kanada di kawasan ini belum maksimal jika dibandingkan dengan mitra global lainnya. Dengan rencana Kesepakatan Perdagangan Bebas Kanada-ASEAN, tidak ada waktu yang lebih baik dari saat ini untuk berfokus pada pengembangan kemitraan bisnis Kanada dan ASEAN.
IMG_7481

“”Tingginya optimisme yang ditunjukkan oleh para responden mencerminkan berkembangnya kepentingan ekonomis ASEAN dan Asia Tenggara,” kata Wayne dalam Acara Round Table dengan media di Hotel Shangri-la, Jakarta.

Pendidikan, lanjut Wayne, menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan kerja sama antara Kanada dengan Indonesia. Pihaknya berharap akan lebih banyak lagi mahasiswa yang menempuh studi di sana sehingga dapat terjadi transfer pengetahuan. Setidaknya tercatat 14 persen mahasiswa baru di Kanada pada 2016 berasal dari Kawasan Asia. Hasil survey CABC pada 2016 mencatatkan 72 persen responden di tahun 2016 percaya bahwa Perjanjian Perdagangan Bebas Kanada-ASEAN akan memudahkan bisnis mereka di pasar ASEAN yang terus berkembang setelah ditegaskannya langkah-langkah formal yang akan ditempuh menuju ke perjanjian tersebut.

Adapun para responden menekankan bahwa perusahaan masih menemui tantangan yang menunda terwujudnya realisasi penuh dari potensi perdagangan dan investasi Kanada-ASEAN. Tantangan-tantangan tersebut di antara lain adalah inkonsistensi penerapan hukum dan regulasi (70 persen), kesulitan mendapatkan pekerja handal terpercaya dengan biaya efisien (70%), korupsi (66%), dan perlakuan istimewa terhadap perusahaan lokal (65%).

“Meskipun kami tetap menghadapi tantangan, tetapi adanya optimisme yang tinggi serta CABC berkomitmen untuk terus memimpin advokasi terhadap tindakan pemerintah dan pertukaran business-to-business untuk bersama-sama tumbuh bersama,” ujar Wayne.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)