Kemendag Paparkan Strategi Peningkatan Ekspor

Kementerian Perdagangan mencatatkan ekspor migas dan non migas pada Januari – Juli 2020 turun 6,21%, sementara impor turun 17,17% dibandingkan periode yang sama tahun 2019. Neraca perdagangan tercatat surplus USS 8,75 miliar, tertinggi sejak 2011 di mana neracara perdagangan migas deficit sebesar USS 3.82 miliar dan non migas surplus USS 12,56 miliar.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyampaikan beberapa strategi peningkatan ekspor yang dilakukan saat ini.

“Pertama, adalah pengembangan SDM ekspor melalui pendidikan dan pelatihan, coaching program, pengembangan kurikulum dan metode diklat, serta promosi dan kerja sama diklat ekspor,” sebutnya, Minggu (30/08/2020).

Kedua, pengembangan pasar dan informasi ekspor. Implementasinya berupa penyebaran informasi pasar ekspor, penyusunan data dan informasi ekspor, layanan pelaku usaha, dan pembuatan aplikasi digital marketing.

Ketiga, dengan pengembangan produk ekspor dengan meningkatkan peran Indonesia Design Development Center (IDDC), pengembangan merek produk ekspor, dan pengembangan produk eksor, jasa, dan ekonomi kreatif.

Keempat, melakukan pengembangan promosi dan citra. Adapun penerapannya yaitu promosi dagang luar negeri (misi dagang dan pameran), promosi produk potensi ekspor, dan pencitraan produk ekspor.

Kelima, menjalin kerja sama pengembangan ekspor. Bentuknya adalah melalui kesepakatan kerja sama pengembangan ekspor, aktivasi kerja sama pengembangan ekspor, pengembagan ekspor sektor strategis, dan pengembangan perdagangan jasa.

Terakhir, Kemendag menekankan pentingnya perwakilan perdagangan ATDAG/ITPC dengan pengamatan peluang pasar, promosi dagang, update regulasi dan informasi, sera komunikasi dengan kementerian/lembaga terkait di negara akreditasi, asosiasi, dan pelaku usaha.

Hingga saat ini, Kemendag terus berupaya melakukan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan bagi UMKM, mengutamakan penggunaan produk UMKM dalam setiap pengadaa barang/jasa dan pelaksanaan kegiatan pemerintah, fasilitasi usaha terhadap faktor pendukung usaha seperti pembiayaan, perizininan, dan pengembangan pasar.

Kemendag juga terus melakukan konsultasi, edukasi, dan advokasi melalui Free Trade Agreement (FTA) Center.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Tags:

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)