Kemendag Pastikan Harga dan Pasokan Bahan Pokok Terkendali

Pemerintah
melalui Kementrian Perdagangan memastikan stabilitas harga dan pasokan barang
kebutuhan pokok (bapok) terkendali di tengah merebaknya wabah corona di
Indonesia.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Suhanto, mengatakan, dalam kondisi sulit dan darurat seperti ini, pemerintah akan menjaga keseimbangan permintaan dan pasokan bapok.

“Kami berharap dukungan dan peran serta dari seluruh pemangku kepentingan, agar langkah-langkah Kemendag dalam menjaga stabilisasi harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok dapat berjalan dengan baik,” kata dia.

Berdasarkan pantauan Kemendag pada 24 Maret 2020, harga rata-rata nasional untuk beras, minyak goreng, tepung terigu, kedelai, daging sapi, telur ayam ras, dan bawang merah umumnya relatif stabil.

Sementara itu daging ayam ras, cabe merah keriting, dan cabe merah besar harganya turun dibandingkan bulan sebelumnya. Hanya bawang putih yang belum turun secara signifikan.

Adapun
komoditas yang mengalami kenaikan harga yaitu gula pasir dan cabe rawit merah.
Gula pasir naik 23,4% dibanding bulan sebelumnya menjadi Rp17.781/kg atau 42,25%
di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp12.500/kg. Sedangkan cabe rawit
merah naik 8,45% menjadi Rp48.500/kg dibandingkan bulan sebelumnya.

“Secara
umum kondisi pasokan bapok cukup untuk memenuhi kebutuhan sampai dengan puasa
di bulan Ramadhan dan Idul Fitri 2020. Khusus untuk bawang putih dan gula
pasir, saat ini sedang diupayakan ada penambahan stok melalui importir dan penugasan
BUMN,” kata Suhanto menambahkan.

Pemerintah
saat ini telah melakukan beberapa langkah dalam menjaga ketersediaan barang
kebutuhan pokok. Untuk komoditas bawang putih, Kemendag telah menyetujui
Persetujuan Impor (PI) sekitar 150 ribu ton dan sudah terlaksana 11 ribu ton
pada 19 Maret 2020.

Selain itu, dalam mempercepat izin impor untuk menambah pasokan di dalam negeri, Kemendag telah menerbitkan Permendag Nomor 27 Tahun 2020. Intinya dalam Permendag ini komoditas bawang putih dan bawang bombay tidak lagi memerlukan Persetujuan Impor (PI) dan Laporan Surveyor dalam proses importasi yang berlaku hingga 31 Mei 2020.

 “Kemendag dan Satgas Pangan juga melakukan
pemantauan ke seluruh gudang importir untuk memastikan tidak ada perusahaan
yang melakukan penimbunan dan memanfaatkan situasi seperti saat ini,” ujarnya.

Sementara
itu, untuk komoditas gula pasir, Kemendag telah menjamin ketersediaan stok gula
pasir dan diperkirakan siap dipasarkan awal April 2020. Selain itu, Kemendag
juga akan menyediakan pemenuhan kebutuhan gula konsumsi bagi masyarakat selama
empat bulan ke depan sampai Juni 2020.

Suhanto menambahkan, untuk mengurangi penyebaran COVID-19 di Indonesia, Pemerintah kembali mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Tags:
kemendag

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)