KPPIP Menyiapkan Pembiayaan Kreatif untuk Mengakselerasi PSN

Tangkapan layar : KPPIP

Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) menyiapkan skema pendanaan Land Value Capture (LVC) untuk membiayai pembangunan infrastruktur yang tercatat di Proyek Strategis Nasional (PSN). Wahyu Utomo, Ketua Pelaksana Tim KPPIP, mengemukakan LVC merupakan opsi pembiayaan kreatif (creative financing) yang tidak menyedot anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). “Kami menyiapkan LVC untuk pembiayaan (pembangunan PSN),” ujar Wahyu di Jakarta, Rabu (15/12/2021) Pemerintah tengah mengembangkan strategi dan rekomendasi skema alternatif pembiayaan infrastruktur  melalui LVCyangdiinisiasi untuk memenuhi kebutuhan investasi infrastruktur Indonesia yang meningkat secara signifikan pada periode 2020-2024.

Wahyu menyampaikan pihaknya mendorong kerjasama pemanfaatan aset di pemerintah pusat dan pemerintah daerah dengan menggalang dana yang tidak membebani anggaran negara dan daerah. “Skema pembiayaan lainnya adalah KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha), kami mengkaji creative financing yang tidak tergantung ke APBN, SBSN (Surat Berharga Syariah Negara), dan loan, tapi kami dorong KPBU meski membutuhkan persiapan yang baik, kami mencari sumber pembiayaan baru yang kerjasama dengan swasta untuk project yang existing dan kerjasama swasta dengan memberikan hak terbatas, aset negara tidak hilang,” tutur Wahyu.

Hingga November 2021, pemerintah melalui KPPIP berhasil mempercepat penyelesaian 124 PSN dengan nilai investasi Rp 626,1 triliun yang tercatat sejak pertamakali PSN ditetapkan pada 2016. Adapun, selama pandemi Covid-19, yakni Januari 2020 - November 2021, terdapat 32 PSN yang berhasil diselesaikan senilai Rp 158,8 triliun. Bahkan hingga akhir 2021, diestimasi ada tambahan 8 proyek senilai Rp 94,3 triliun, sehingga total proyek yang berhasil diselesaikan selama 2020-2021 diperkirakan sebanyak 40 PSN senilai Rp 253,1 triliun.

Berdasarkan Permenko No. 7 Tahun 2021, terdapat 208 Proyek dan 10 Program PSN dengan nilai investasi sekitar Rp 5.698,5 triliun.  Mayoritas proyek-proyek berskala besar yang pembangunannya dimulai pada tahun 2016 saat ini sudah beroperasi secara penuh. Percepatan pelaksanaan PSN berdampak langsung terhadap penyerapan investasi dan tenaga kerja. Di tengah keadaan pandemi, PSN yang sudah selesai sejak 2016 telah menciptakan lebih dari 11 juta tenaga kerja langsung maupun tidak langsung. Penyelesaian PSN sebagai agenda strategis dan prioritas untuk mempercepat pemulihan ekonomi akibat Pandemi Covid-19.

PSN merupakan proyek infrastruktur yang ditargetkan mampu meningkatkan ekonomi, pemerataan pembangunan, kesejahteraan masyarakat, dan pembangunan di daerah. Langkah strategis ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Wahyu menjabarkan dari keseluruhan 32 PSN  yang selesai tersebut, yakni ada 12 PSN pada 2020 senilai Rp 123,1 triliun, dan 20 PSN pada Januari-November 2021 dengan nilai Rp 35,7 triliun. KPPIP mengestimasikan akan ada tambahan 8 proyek lagi didorong penyelesaiannya senilai Rp 94,3 triliun di Desember tahun ini. “Sehingga total menjadi 28 PSN yang akan selesai senilai Rp 130 triliun sepanjang 2021. Untuk tahun 2022, KPPIP mengestimasikan  akan ada 29 PSN dapat selesai,” imbuh Wahyu yang juga menjabat Deputi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Titik PSN

PSN ini tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dengan Pulau Jawa sebesar Rp 1.969,8 triliun atau 34,57%, Sumatera Rp 778,4 triliun  (13,66%), Maluku dan Papua Rp 566,6 triliun  (9,94%), Kalimantan Rp 505,8 triliun (8,87%), Sulawesi Rp 276,9 triliun (4,85%), Bali dan Nusa Tenggara Rp 58,6 triliun (1,03%), dan sisanya program dan proyek skala nasional Rp 1.542,4 triliun atau 27,06% dari keseluruh PSN.

Sepanjang periode 2016 hingga November 2021, pengembangan infrastruktur di berbagai sektor telah memberikan dampak yang signifikan. Contohnya terdapat 3 proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang sudah selesai, sehingga menambah layanan pengadaan air bersih dan sanitasi kepada lebih dari 2 juta orang.

Begitu juga dengan proyek bendungan, ada 22 bendungan PSN telah terbangun, menambah persediaan air baku sebesar 1,56 Miliar m3, mereduksi potensi banjir sebesar 4.306,72 m3 /detik, meningkatkan pasokan air baku sebesar 10.990 lt/detik, mengairi sawah seluas 206.000 hektar, dan memproduksi 123 MW listrik. Proyek irigasi, telah terbangun tambahan jaringan irigasi untuk mengairi sawah seluas 865.4 hektar.

Berbagai peraturan juga disusun demi mempercepat penyelesaian proyek strategis. Di antaranya, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 32 Tahun 2020 tentang Hak Pengelolaan Terbatas. Selain itu, terdapat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 42 Tahun 2021 tentang Kemudahan Proyek Strategis Nasional  yang mengatur percepatan proses perencanaan hingga pengoperasian proyek PSN.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)