Langkah Sri Mulyani Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah tengah melakukan reformasi internal untuk memperkuat ekonomi di antaranya dengan meningkatkan penerimaan pajak tanpa menekan investasi.

“Kalau kita lihat kontribusinya, industri manufaktur masih yang terbesar. Jadi, kalau industri manufaktur mengalami tekanan, terasa sekali di dalam penerimaan kita,” ujar Sri Mulyani seperti dikutip dari laman Kemenkeu, Minggu, 28 Juli 2019.

Pemerintah mengklaim momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai dengan Semester I 2019 masih positif meskipun perekonomian global melemah.

Untuk memperkuat momentum tersebut, pemerintah melakukan reformasi internal dengan meningkatkan penerimaan pajak tanpa menekan investasi. Salah satu yang dilakukan Pemerintah dalam reformasi perpajakan adalah investasi di bidang data dan analisis.

Sementara itu sektor industri yang masih tumbuh sehat adalah industri jasa keuangan, konstruksi dan real estate, serta sektor transportasi dan pergudangan yang paling tinggi pertumbuhannya. Hal ini berkaitan erat dengan mobilitas, pembangunan infrastruktur dan juga munculnya ekonomi digital dan e-commerce.

Adapun sejak tahun 2014-2015, pemerintah telah meletakkan beberapa milestones kebijakan fiskal, antara lain keringanan PPh revaluasi aset sampai menaikkan Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP), menurunkan pajak usaha kecil dan menengah, dan melakukan peraturan perundangan untuk akses informasi.

Sri Mulyani tak menampik bahwa yang membedakan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) 10 tahun yang lalu adalah memiliki informasi yang luar biasa yang tidak hanya berasal dari internal DJP saja, tetapi juga dari 132 negara yang akan mengirimkan informasi (AEOI) bahwa ada Wajib Pajak (WP) di wilayah jurisdiksinya.

Sumber: Tempo

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)