Mencetak Pelaku Industri Kreatif Melalui Creative Business Incubator

Kementerian Perindustrian berkomitmen mencetak wirausaha muda khususnya di industri kreatif sektor kriya dan fesyen. Upaya ini diwujudkan melalui program Creative Business Incubator yang dilaksanakan oleh Bali Creative Industry Center (BCIC) bersama Business Venturing and Development Institute (BVDI) Prasetya Mulya.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih mengatakan program ini bertujuan untuk memberikan pendampingan pada bisnis dengan bentuk kegiatan berupa program kelas pada tahun pertama dan pendampingan di tahun kedua.

“Kami kembali menggelar program Creative Business Incubator untuk menghasilkan pelaku industri kreatif sebagai motor penggerak ekonomi masa depan,” jelasnya.

Sektor ekonomi kreatif diproyeksi telah memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional hingga Rp1.200 triliun sepanjang tahun 2019 atau naik 9,6 persen dibanding capaian tahun sebelumnya. Adapun tiga subsektor yang menjadi penyumbang terbesar pada kinerja ekonomi kreatif tersebut, yakni industri kuliner, fesyen, dan kriya.

“Industri kreatif merupakan sektor yang dinamis, sehingga dalam pelaksanaannya kami menyasar kepada generasi muda. Apalagi, Indonesia sedang mengalami bonus demografi,” ungkap Gati.

Oleh karena itu, sejak didirikan tahun 2015 oleh Kemenperin, BCIC berfungsi sebagai wadah bagi para pelaku industri kreatif kriya dan fesyen untuk mengembangkan usaha dalam konsep meet-share-collaborate. Konsepnya adalah para pelaku bisa bertemu serta berbagi pengalaman dan ide kreatif sehingga pada akhirnya berkolaborasi untuk menciptakan karya bersama.

Gelaran CBI-BCIC tahun 2019 memberikan pendampingan bagi 20 tenant inkubator BCIC, berhasil menghasilkan empat tenant yang “naik kelas” dari skala kecil ke skala menengah dan 5 tenant yang dari skala mikro menjadi ke skala kecil serta lebih dari 50% tenant dapat menambah karyawan dalam rangka memperbesar kapasitas usahanya.

“Pada tahun ini, kami juga akan memberikan pendampingan kepada 29 tenant inkubator sebagai lanjutan program camp Inkubator pada tahun 2019 agar mereka dapat naik kelas dan menjadi wirausaha muda yang unggul,” tegas Gati.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)