Menko Luhut Meyakini Pertemuan G20 Berdampak Positif Bagi Indonesia

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto : Kemenko Kemaritiman)

Pasca mendampingi Presiden Joko Widodo dalam menghadiri pertemuan tahunan tingkat tinggi 19 negara (plus Uni Eropa), dengan perekonomian terbesar di dunia, atau biasa disebut KTT G20 di Jepang belum lama ini, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan, pertemuan tersebut dinilai membawa dampak yang positif bagi Indonesia.

“G20 sangat sukses, Presiden Joko Widodo sangat disenangi oleh para pemimpin yang hadir, itu bisa dilihat dari foto-foto dan video yang beredar. Hal itu pun terefleksi dalam pertemuan bilateral yang juga berdampak positif dan berlangsung sangat hangat dan bersahabat, sebelumnya dirancang ada permintaan 17 negara, tetapi karena ada urusan dalam negeri yang juga penting maka pertemuan bilateral itu dipotong,” ujar Menko Luhut falam siaran persnya di Jakarta, (2/7/2019).

Luhut menjelaskan, pertemuan bilateral Presiden Joko Widodo dengan beberapa negara, di antaranya dengan Raja Salman dari Arab Saudi, Presiden Recep Erdogan dari Turki, PM Tiongkok Xi Jinping dan beberapa pemimpin negara lain, berlangsung sangat intensif dan berhasil membuahkan berbagai kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak. “Di antaranya, pertemuan dengan Presiden Erdogan berlangsung sangat bersahabat, semisal apabila ada masalah Timur Tengah , Presiden Erdogan itu yang selalu telepon Presiden Jokowi. Turki banyak industri pertahanan dengan standar NATO, PT PAL dan PT DI akan kerjasama dengan skema transfer teknologi dengan Turki. pertemuan dengan PM Xi Jinping juga berjalan sangat baik, Presiden Jokowi meminta spesial fund, namun tetap dengan konteks B2B (bussines to bussines), intinya kita tidak akan memberatkan anggaran dan menambah beban pemerintah,” jelasnya.

Kemudian, Luhut mengungkapkan rencana kedatangan kembali Raja Salman dari Arab Saudi. Kunjungan tersebut terkait dengan akan masuknya perusahaan minyak dan gas raksasa dari Arab Saudi, Aramco yang akan berinvestasi di kilang Balangan, juga tentang rencana investasi Arab Saudi di Indonesia.

"Raja Salman akan datang kembali ke Indonesia, menunggu Aramco masuk ke Balangan. Itu sedang berproses dengan menunjuk konsultan independen untuk evaluasi, dengan nilai investasi sekitar US$ 7 miliar, Raja Salman juga menjanjikan akan masuk besar-besaran ke Indonesia. Raja Salman juga ucapkan selamat dengan pemilihan Presiden Jokowi. Raja Salman pun akan bantu banyak hal, dalam arti lebih dekat dan intens lagi dengan Indonesia,” kata Luhut.

Lebih lanjut, Luhut menjelaskan mengenai apresiasi pemerintah Jepang yang diwakili oleh Menteri Lingkungan Hidup Jepang, Tsukasa Akimoto yang mengadakan pertemuan dengannya. Menteri LH Jepang, lanjut Menko Luhut, menganggap Indonesia sebagai leader dalam penanganan masalah sampah. “Saya bertemu dengan Menteri LH Jepang, mereka anggap kita sebagai leading dalam penanganan plastic debris, mereka juga apresiasi revitalisasi Citarum, mereka sangat tertarik kita bisa menggerakkan seluruh pihak. Jepang pun akan bantu pelatihan bagi peneliti Indonesia menyangkut monitoring sampah, ini akan jadi kerjasama global,” ujar Luhut.

Dalam agenda Round Table bersama dengan perusahaan-perusahaan Jepang, Menko Luhut juga menuturkan mengenai ketertarikan perusahaan otomotif kelas dunia Toyota, yang rencananya akan masuk di Indonesia untuk mengembangkan mobil listrik. “Jepang sendiri menganggap negara kita sangat stabil, mereka hanya minta regulasi akan dipermudah di Indonesia. Toyota akan masuk pasar di Indonesia, mereka sadar Indonesia bisa menjadi basis industri mobil elektrik, karena kelebihan industri baterai lithium kita. Targetnya Indonesia akan menjadi global player,” tambahnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim, Purbaya Yudhi Sadewa, menjawab pertanyaan wartawan yang menanyakan mengenai update gugatan class action kasus tumpahan minyak Montara yang mencemari wilayah Indonesia. Menurut Deputi Purbaya, pemerintah Indonesia terus mendukung gugatan class action tersebut. “Kami mendukung class action di Sydney, Australia. Kita sudah kirim task force bahwa kita mendukung hal tersebut, sementara belum ada kebijakan untuk menuntut pemerintah Australia, dan Australia amat bersahabat dan pengertian. Apakah ada antisipasi bila kita kalah? Sampai sekarang kita yakin menang, bukti kuat dan saksi juga kuat, data-data kita juga sangat valid. Class action bukan satu langkah, masih ada langkah lainnya untuk kita terus berjuang,” tegas Deputi Purbaya.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)