BI Ingatkan Minimnya Investasi di Sektor Manufaktur

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo

Didorongnya sektor manufaktur menjadi hal yang penting karena dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Namun, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo, mengatakan, masih minimnya investasi di industry manufaktur. Pasalnya, kini investasi bangunan lebih banyak untuk infrastruktur dibandingkan manufaktur.

Investasi di Indonesia pernah berada pada masa kejayaan tumbuh 7- 8%, namun sumbernya berasal dari pihak swasta, artinya hanya tumbuh private 3,07%.   "Memang kita tumbuh 5,01% tapi kita juga harus lihat investasi yang privat nonbangunan sehingga ini jadi tantangan,” jelasnya di sela-sela seminar internasional yang bertemakan “Structural Transformation through Manufacturing Sector Development for High and Sustainable Economic Growth” di Jakarta.

Meskipun pertumbuhan investasi rendah, tapi menurutnya ke depan masih banyak ruang untuk investasi tumbuh. Adapun kendalanya tidak terlepas dari permintaan produksi yang juga relative tidak setinggi kalau ekspornya tumbuh. Menurutnya, hal ini adanya trade war yang berdampak ke semua negara.

Dengan eskpor melambat, maka permintaan produksi berkurang, maka otomatis investasi berkurang dan akan menurunkan pendapatan devisa ekspor. “Dengan itu permintaan produksi berkurang maka otomatis investasi berkurang,” jelasnya.

Ke depan, pemerintah akan terus mendorong pertumbuhan perekonomian dan investasi juga menjadi salah satu agenda pemerintah. Selain itu, didorongnya ekspor yang menjadi prioritas dengan melihat sektor-sektor unggulan. "Sektor unggulans seperti otomotif, alas kaki ini bisa menjadi unggulan kita masuk ke negara-negara maju," tuturnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)