OJK Membujuk Investor Global Berinvestasi di UMKM dan Digital Ekonomi

Wimboh Santoso dan Luhut Binsar Pandjaitan di London, Inggris. (Foto : OJK)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memaparkan perkembangan dan potensi besar industri financial technology (fintech) dan keuangan digital Indonesia serta kebijakan sustainable finance OJK untuk mendukung kebijakan ekonomi hijau Pemerintah Indonesia. Hal ini dijabarkan OJK pada Forum Fintech Inggris – Indonesia yang digelar Global Indonesian Professionals' Association (GIPA) di London, Inggris pada akhir pekan lalu. Hadir dalam pertemuan itu antara lain Ketua Kadin Indonesia Arsjad Rasjid, Chief Product & Network Officer Crown Agents Bank Steven Marshall, para pengusaha Indonesia, dan beberapa investor asing.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, mengatakan potensi keuangan digital Indonesia harus dioptimalkan dan diarahkan agar perkembangan fintech dan keuangan digital memberikan manfaat besar bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. “Potensi ekonomi digital Indonesia itu harus cepat dioptimalkan untuk meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia di kawasan dan di lingkungan global,” kata Wimboh di London, Senin (1/11/2021).

Untuk memanfaatkan potensi tersebut, OJK terus berupaya membangun percepatan transformasi digital melalui pengembangan ekosistem ekonomi dan pembiayaan digital. Hal ini sejalan dengan potensi pengembangan industri ekonomi digital yang dimiliki Indonesia dari segi demografi maupun akses terhadap internet. Transformasi ekonomi digital diproyeksikan akan menjadi tulang punggung pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi yang membatasi mobilitas masyarakat.

Selain itu, sektor jasa keuangan juga harus menjawab kebutuhan konsumen untuk melakukan transformasi digital yang akan memberikan kemudahan dan layanan keuangan yang lebih cepat untuk masyarakat termasuk memperluas akses pembiayaan untuk pelaku UMKM. Industri fintech dan keuangan digital juga harus memberikan kemudahan dan memperluas akses bagi masyarakat unbanked dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk dapat menikmati produk dan layanan keuangan digital.

OJK juga membuka peluang bagi perbankan untuk berkolaborasi dengan fintech dalam pengembangan bisnisnya. Sejumlah program sudah disiapkan OJK, seperti membangun ekosistem UMKM berbasis digital yang terintegrasi dari hulu hingga hilir kemudian dalam aspek pembiayaan maka OJK melibatkan perusahaan financial technology (fintech) serta fintech peer to peer (P2P) lending, dan securities crowdfunding untuk memudahkan pelaku UMKM mendapatkan alternatif pembiayaan dengan syarat yang mudah.

Pada bidang pemasaran, OJK terus melakukan pembinaan kepada UMKM dengan menggandeng startup dan universitas membangun kampus UMKM yang memberikan pelatihan intensif agar UMKM bisa langsung on-boarding secara digital. “Dengan semua program tersebut, kami berharap Indonesia memiliki basis pelanggan domestik yang kuat di bidang keuangan digital dan ekosistem ekonomi digital yang berkembang dengan baik. Dengan demikian, Indonesia dapat bersaing dengan negaranegara lain di region,” kata Wimboh.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)