Pelindo II Targetkan Pendapatan Naik Rp11,68 Triliun

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) menargetkan pendapatan usaha naik hingga Rp 11,68 triliun atau naik 11,02% dibandingkan tahun lalu.

Direktur Utama Pelindo II, Elvyn G Masassya, mengungkapkan, kinerja perusahaan 2017 berhasil mencatatkan pendapatan usaha Rp10,52 triliun (unaudited) naik 17,8% dari tahun 2016. Selain itu, tahun ini, perusahaan juga menargetkan laba kotor atau EBITDA naik sebesar 6,8% menjadu 4,11 triliun, sementara EBITDA margin ditargetkan tumbuh 1,1% menjadi 37,05% dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) diharapkan dapat turun 1,6% dari 1,75% di tahun 2017.

Dia menambahkan, untuk kinerja operasional di 2018, arus peti kemas ditargetkan naik menjadi 7,10 juta TEUs atau meningkat 2,7%, dan throughput non peti kemas ditargetkan naik 27,7% menjadi 72,86 juta ton. Sedangkan kunjungan kapal ditargetkan naik jadi 35 ribu unit dan arus penumpang diperkirakan turun 15,8% menjadi 511,7 ribu orang.

“Pencapaian di tahun 2017 menunjukkan adanya tingkat pertumbuhan perekonomian bangsa Indonesia, pasalnya pelabuhan merupakan pintu gerbang utama keluar masuk barang ekspor-impor maupun barang antar pulau di Indonesia,” ujarnya.

Selama satu semester hingga akhir 2017, kapal kontainer dengan layanan Java America Express Service yang berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok berhasil mencatatkan 38 call dengan total 3.681.060 GT dan melayani bongkar/muat sebanyak 124.302 TEUs petikemas. Sedangkan selama satu triwulan untuk Seane Service berhasil melabuhkan 19 call dengan total 986.057GT dan melayani bongkar/muat sebanyak 30.672 TEUs petikemas.

“Keinginan pemerintah untuk menjadikan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai transshipment port bukan sekedar angan-angan, kami telah menyiapkan roadmap membuat IPC menuju world class port dengan memperbaiki pelayanan dan jasa di pelabuhan baik dari penggunaan system IT, operasional, fasilitas maupun infrastruktur,” jelasnya.

Ia berharap dengan dukungan pemerintah, perusahaan pelayanan dan pemilik kargo dapat menjadi pemicu hadirnya kapal-kapal besar untuk melakukan konsolidasi muatan di Tanjung Priok. Sehingga bisa memenuhi harapan pemerintah menjadikan Tanjung Priok sebagai pelabujan transshipment yang diperhitungkan di kawasan Asia.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)