Pembangunan Infrastruktur Perlu Kesiapan Rantai Pasok Konstruksi

Plt. Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Danis Sumadilaga (tengah) saat konferensi pers Konstruksi Indonesia 2017, di Jakarta (26/10).

Selama tiga tahun masa pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, telah tercapai berbagai pembangunan infrastruktur antara lain 39 bendungan (30 baru dan 9 selesai).

Bendungan yang telah terbangun tersebut menambah luas layanan irigasi waduk dari semula 761.542 hektare (11 %) menjadi 859.626 hektare (12,9 %), pembangunan jalan tol sepanjang 568 Km, peningkatan kapasitas sistem penyediaan air minum sebesar 20.430 liter/detik, capaian penyediaan perumahan sebanyak 2.204.939 unit.

Adapun hingga akhir tahun 2019 ditargetkan pembangunan 1.000 Km jalan tol, pembangunan jalan baru sepanjang 2.650 Km, pembangunan 65 waduk/bendungan, serta penyediaan 1 juta rumah. Pemerintah melalui Kementerian PUPR akan terus membangun hingga 1.851 Km jalan tol dan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum untuk menghasilkan 70.471 liter/detik air bersih.

“Infrastruktur dengan skala besar seperti itu, harus didukung dengan industri konstruksi dan kesiapan rantai pasok konstruksi sumber daya konstruksi yang handal. Sumber daya konstruksi disini  meliputi usaha pemasok bahan bangunan/material, usaha pemasok peralatan konstruksi, usaha pemasok teknologi konstruksi, dan usaha pemasok tenaga kerja konstruksi,” kata Plt. Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Danis Sumadilaga di Jakarta, (26/10/2017).

Dengan memastikan keandalan sumber daya konstruksi dalam mendukung Percepatan Pembangunan Infrastruktur berarti juga mendukung daya saing Indonesia.  Di kancah Internasional, daya saing Indonesia saat ini berada pada peringkat 36. Dimana salah satu faktor pengungkitnya yaitu daya saing infrastruktur saat ini berada pada urutan ke 52, setelah pada tahun lalu berada di peringkat 60.

”Namun pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Untuk mampu menyediakan kebutuhan akan sumber daya konstruksi, pemerintah bersama stakeholders konstruksi harus bahu membahu meningkatkan kemampuan dan daya saing pelaku pemasok sumber daya konstruksi untuk menyongsong era baru industri konstruksi di Indonesia,” ungkap Danis.

Untuk mendukung hal tersebut, akan digelar pameran dan konferensi konstruksi infrastruktur yakni Konstruksi Indonesia 2017 dan The Big 5 Construct Indonesia 2017 pada 8-10 November 2017 di Jakarta Convention Center. Ajang ini dirancang sebagai jembatan bagi beragam elemen di sektor konstruksi, mulai dari pihak kontraktor swasta, pemerintah, BUMN, akademisi dan masyarakat luas untuk berbisnis dan berdiskusi sekaligus mendorong perkembangan industri konstruksi yang potensial.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)