Pengusaha Apresiasi Krakatau Steel Beri Insentif untuk UMKM

Dampak pandemi COVID-19 tidak dipungkiri telah membuat laju perekonomian Indonesia cedera, salah satunya menimpa industri baja nasional. Kegiatan operasional dan produksi di industri baja serta industri pengguna turut mengalami penurunan yang signifikan dan mengakibatkan beberapa produsen menutup lini produksinya imbas rendahnya utilisasi produksi.

Keterbatasan modal kerja juga menjadi faktor yang menyebabkan pelaku industri kesulitan untuk membeli bahan baku dan menutup biaya operasional pabrik.

Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Anggawira mengatakan bahwa jika kondisi tersebut terus dibiarkan, dikhawatirkan pelaku industri hilir dan pengguna baja berpotensi menutup pabrik secara permanen. Ia menyebut langkah Krakatau Steel yang memberi kemudahan dan insentif untuk pengusaha UMKM merupakan tindakan yang tepat dalam menyelamatkan industri baja di Indonesia.

Ia mengatakan, keadaan seperti ini sangat berisiko bagi iklim perekonomian nasional. Karena jika suatu sektor industri sampai mati atau terhenti sepenuhnya, untuk menghidupkannya kembali memerlukan waktu yang lama, biaya yang tidak sedikit, serta effort yang tentunya sangat besar.

"Dengan hadirnya Krakatau Steel memberikan insentif untuk UMKM, maka itu menjadi stimulus dan semangat bagi pengusaha industri baja," ujarnya.

Indonesia Iron and Steel Industry Association (IISIA) mendata, utilisasi pabrikan pada bulan April sampai Mei 2020 telah merosot mengikuti kontraksi permintaan. Permintaan pada industri hulu baja bahkan menurun sebesar 50%-60% dalam dua bulan tersebut. Namun kalangan pengusaha baja hilir memastikan ada peluang pasar ekspor yang terbuka lebar bagi industri baja Tanah Air lantaran sejumlah pabrikan asing menurunkan kapasitas produksi.

Posisi Krakatau Steel sebagai penyedia produk baja hulu kepada industri hilir dan industri pengguna menjadikan Krakatau Steel sebagai sebagai mother of Industries yang memiliki multiplier effect yang sangat luas, khususnya dalam hal penyediaan lapangan pekerjaan, pengurangan ketergantungan terhadap impor, dan peningkatan daya saing industri nasional. Dengan adanya relaksasi dan insentif bisa menghidupkan kembali industri baja dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Industri lokal sektor hilirisasi di Sumatera Barat menjadi salah satu yang merasakan dukungan konkret dari PT Krakatau Steel Tbk. Haji Asril selaku salah satu pemilik usaha manufaktur lokal di Padang mengatakan bahwa produk Krakatau Steel akan menjadi hilirisasi dan disuplai untuk jalan tol trans sumatera, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), jaringan telekomunikasi, PLN berupa tiang listrik untuk penerangan di dalam kota dan tol trans sumatera.

"Selama 7 tahun bekerja sama, pihak Krakatau Steel mensupport kami PT Kunango Jantan agar kita bisa lebih maju. Kemudahan juga diberikan kepada kami baik dalam segi material maupun teknis," jelas H. Asril, pemilik PT Kunango Jantan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Tags:
HIPMI

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)