Sandiaga : UKM Melantai di Bursa Akan Naik Kelas

Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Sandiaga Uno menginginkan pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) melantai di Bursa Efek Indonesia. Menurutnya, dengan masuk ke bursa, para UKM akan naik kelas. Dalam sambutannya di acara kegiatan Sosialisasi Go Public di Bursa Efek Indonesia bersama Kadin, ia menjelaskan bahwa dengan go public atau IPO, UKM bisa meningkatkan bisnisnya yang nantinya bisa menciptakan lapangan perkerjaan.” Karena salah satu keluhan utama UKM adalah akses kepada modal,” ujarnya.


Ia menceritakan pengalamannya saat menjabat di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) membidangi UKM.”Pengalaman saya membawa enam perusahaan UKM yang melantai di bursa adalah begitu melantai di bursa, bisnis mereka meningkat, akhirnya bisa menciptakan banyak lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Ia menekankan kepada pelaku UKM, pertama,  untuk meningkatan SDM melalui pelatihan-pelatihan. Kedua,  meningkatkan pemahaman SDM terhadap bisnis mereka ke depan. Sandiaga juga melihat pesatnya pertumbuhan UMKM yang sebanyak 58 juta.”Berdasarkan survei yang dilakukan lembaga di Australia, ada beberapa bidang UKM Indonesia yang unggul dan mereka bisa dengan cepat beradaptasi dengan e-commerce,” kata Sandi menjelaskan. Setelah kuat, kata Wakil Gubernur terpilih ini, mereka bisa mendapatkan pendanaan diluar perbankan yaitu melalui go public.

Antony Kristanto, Chief Executive Officer PT KGI Sekuritas Indonesia, mengungkapkan, kunci keberhasilan di IPO yakni harus memperhatikan profil perusahaan mulai dari citra perusahaan, kekuatan merek, melihat pangsa pasar, publisitas. Selain itu, harus ada struktur penawaran yang tepat dari jumlah saham dan harga yang ditawarkan. “UKM juga harus melakukan strategi pemasaran dengan melakukan roadshow, mengiklankan atau program promosi kepada calon investor. Sehingga nantinya bisa mendapatkan pendanaan yang bukan lagi hanya dari dana pinjaman perorangan maupun dari perbankan,” jelasnya.

Sementara, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani berharap, pihaknya bisa melakukan bekerjasama dengan PT Bursa Efek Indonesia untuk meningkatkan jumlah investor di Bursa Efek Indonesia. Ia juga meminta agar aturan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) khususnya untuk UKM bisa dipermudah agar perusahaan yang masuk dalam organisasi itu bisa turut meramaikan di perdagangan Bursa Efek Indonesia. “Biaya untuk IPO juga biaya masih cukup tinggi sehingga perlu adanya kemudahan menyangkut soal biaya ini,” katanya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)