SCG Terapkan Ekonomi Sirkular Melalui 3 Strategi Kegiatan Bisnis

Ekonomi sirkular memegang peran penting dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan

Untuk pertama kalinya, Siam Cement Group (SCG) menginisiasi pertemuan para pemimpin organisasi global dan juga kalangan pemerintahan dalam forum perdana SCG Sustainable Development (SD) Symposium Indonesia 2020.

Forum yang mengusung tema Circular Economy: Collaboration for Action ini, mendorong para pemangku kepentingan memahami dan menerapkan konsep ekonomi sirkular demi pembangunan yang berkelanjutan. Rangkaian acara berisi sesi paparan inspirasi atau dari para pemimpin organisasi global, yang dilanjutkan dengan diskusi panel mengenai kolaborasi terkait ekonomi sirkular yang digagas SCG di Indonesia.

"Serupa dengan SCG SD Symposium yang telah dilaksanakan selama 10 tahun berturut-turut di Thailand, forum hari ini bertujuan untuk memperkuat komitmen sekaligus menghadirkan pengalaman pembelajaran kolaborasi. Para pembuat keputusan dapat memperoleh pengetahuan baru dan jaringan kolaborasi sambil membagikan pengalamannya seputar praktik ekonomi sirkular," ujar Presiden sekaligus CEO SCG, Roongrote Rangsiyopash.

Ia percaya bahwa ekonomi sirkular memegang peran penting dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan yang mencakup ekonomi, sosial, dan lingkungan. Namun kata Roongrote, hal yang paling penting dan lebih krusial adalah kolaborasi. Untuk itu, pihaknya mendorong kolaborasi dari semua pemangku kepentingan yang diperIukan dalam menerapkan konsep ekonomi sirkular.

Sebagai negara dengan populasi terbesar di ASEAN dan merupakan salah satu negara terkuat dari sisi ekonomi, posisi Indonesia dinilai sangat strategis untuk menjadi negara pendorong praktik ekonomi sirkular. Tidak hanya di level regional, tetapi juga dunia.

"Pemerintah Indonesia telah menyadari pentingnya implementasi ekonomi sirkular demi terwujudnya kehidupan dan perkembangan berkelanjutan. Misalnya, dalam mengatasi permasalahan sampah di Indonesia yang semakin berkembang dan membutuhkan solusi untuk diatasi secara bersama," tutur Roongrote.

Roongrote melanjutkan, salah satu pendekatan pengelolaan sampah nasional adalah pendekatan ekonomi sikular, dengan konsep yang didasarkan pada prinsip pemanfaatan kembali untuk memaksimalkan nilak ekonomi dari barang-barang sisa konsumsi. Konsep dari ekonomi sirkular merupakan bentuk respon dari aspirasi untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan dalam konteks besarnya tekanan produksi dan konsumsi terhadap sumber daya alam dan lingkungan.

Hal ini diamini oleh Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita. Ia mengatakan, penerapan ekonomi sirkular harus disertai dengan dukungan dari seluruh pihak.

“Saya percaya bahwa dengan penerapan Circular Economy, masalah pengolahan sampah nasional akhirnya dapat diatasi. Langkah ini harus disertai dengan dukungan seluruh pihak karena upaya pengelolaan sampah tidak saja menjadi tanggung jawab penuh Pemerintah, namun perlu dilakukan bersama-sama dengan pihak swasta, industri dan masyarakat," ujarnya.

Tak sebatas pada bincang-bincang, SCG menghadirkan area pameran yang disusun membentuk alur cerita bagaimana praktik ekonomi sirkular bisa dilakukan dari banyak sisi. SCG juga mengajak para partisipan untuk merasakan dan melihat langsung inovasi serta proyek-proyek bertema ekonomi sirkular yang telah sukses dilakukan.

Proyek-proyek tersebut di antaranya, Fish Home Project dan Asphalt Plastic Road-kolaborasi dengan PT Chandra Asri; Reinvented Toilet kolaborasi dengan Asian Institute of Technology (AIT) dan Yayasan Bill & Melinda Gates yang akan diterapkan dalam program Citarum Harum bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat; dan Pengelolaan Limbah Tekstil di Desa Padasuka, Soreang, Kabupaten Bandung kolaborasi dengan kaum muda dan komunitas lokal.

Asal tahu, SCG menggabungkan ekonomi sirkular melalui 3 strategi kegiatan bisnis. Pertama, mengurangi penggunaan bahan baku dan mempertahankan daya tahan. Kedua, mengembangkan inovasi untuk menggantikan produk atau bahan baku yang sudah ada dengan strategi Upgrade and Replace. Ketiga, Penggunaan kembali dan daur ulang (Reuse and Recycle).

"Kami telah dan akan terus mempraktikkan konsep ekonomi sirkular di setiap unit bisnis kami, termasuk di Indonesia. Tak ada alasan untuk berdiam diri, sekaranglah saatnya bertindak nyata demi kehidupan yang berkelanjutan dan masa depan yang lebih baik," jelas Roongrote.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)