Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional dengan Pendekatan Tata Ruang

Ketahanan pangan menjadi salah satu fokus pemerintahan Indonesia saat ini. Untuk mencapai ketahanan pangan nasional, pemerintah telah menetapkan komoditas pangan strategis yang perlu menjadi fokus utama dalam pengembangan di masa depan. Saat ini komoditas yang sedang menjadi fokus adalah beras, jagung, kedelai, gula/tebu, daging sapi/ayam dan telur, minyak goreng, tepung terigu, dan hortikultura. Sedangkan komoditas strategis yang akan ditingkatkan produktivitas dan tingkat daya saingnya adalah kelapa sawit, kopi dan kakao.

20161128_131013-800x6001

Sejalan dengan hal tersebut langkah yang dapat diupayakan terkait ketersediaan dan stabilisasi harga pangan pun harus dilakukan. Selain itu, dalam memenuhi tujuan ini terdapat dua tantangan utama yang harus dihadapi.

Tantangan yang pertama adalah Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan proporsi 1/3 wilayah Indonesia adalah daratan dan sisanya adalah lautan, dan tantangan keduanya adalah terus meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia serta ketidakmerataan persebaran penduduk yang ada di Indonesia.

“Untuk mengatasi beberapa persoalan tersebut, perencanaan terkait lahan tersebut harus dilakukan melalui pendekatan geospasial agar secara komprehensif dapat memenuhi kebutuhan sektor tersebut dengan tetap memperhatikan ruang dan menyesuaikan dengan kondisi alam seperti topografi, sehingga kebijakan yang diambil dapat lebih efektif," kata Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil.

Lebih jauh lagi, KADIN mengamati bahwa dengan perencanaan spasial ini, penggunaan lahan dapat lebih efektif dan berkelanjutan, serta prioritas kebutuhan lahan dapat lebih mudah dilakukan. Untuk menunjang hal tersebut, penerapan spasial dalam penggunaan lahan koordinasi antar lini merupakan salah satu kunci sukses dari kebijakan yang dibuat. Alat yang tepat dalam menerapkan pola koordinasi geospasial yang baik adalah adanya one map yang dapat dijadikan patokan oleh seluruh pemangku kepentingan.

Dengan adanya acuan yang telah disepakati oleh pemangku kepentingan serta prioritas dalam penggunaan lahan, diharapkan konflik terkait lahan antar pemangku kepentingan dapat diminimumkan dan proses koordinasi menjadi lebih mudah dilakukan. Untuk mencapai kondisi ideal maka metode penggunaan lahan pada masa depan harus menggunakan perencanaan yang tepat khususnya perencanaan akan tata ruang. Dengan kata lain, perencanaan tata ruang di masa depan adalah kunci bagi efektifitas penggunaan lahan di masa depan.

Franky Widjaja, Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia bidang Agribisnis, Pangan dan Kehutanan menambahkan, “Seluruh pelaku sektor agribisnis Indonesia mendukung terciptanya ketahanan pangan nasional dengan meningkatkan hasil produksi melalui melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian. Kebijakan One Map Policy sangat bermanfaat dalam mendukung keselarasan antara agenda pembangunan dan pelestarian lingkungan”.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)