EcoStruxure IT Bisa Tekan Biaya Operasional Hingga 20%

Ki-ka: Xavier Denoly Country President Schneider Electric Indonesia, Yulius Lynarda Regional Sales Lead for Data Center Software, Yana Ahmad Haikal Vice President of Secure Power Division

Schneider Electric mengajak para pelaku industri dan ahli Teknologi Informasi untuk lebih mengenali kebutuhan manajemen data perusahaannya dan mengambil langkah strategis dalam pengelolaan data center untuk meraih peluang ekonomi digital. 

Hal tersebut diungkapkan pada acara Schneider Electric Innovation Day 2019 dengan tema “Powering and Digitizing the Economy” yang diselenggarakan pada 4-5 April 2019 di Fairmont Hotel, Jakarta.

Xavier Denoly, Country President Schneider Electric Indonesia, mengatakan, saat ini industri tengah menghadapi gelombang internet berikutnya atau Internet of Things yang tidak hanya menghubungkan antar manusia namun juga manusia dengan perangkat/mesin dan perangkat dengan perangkat. 

Dia memperkirakan sekitar 5 miliar orang akan terkoneksi dengan 30-50 miliar benda dan mesin, atau secara tidak langsung dapat dikatakan 10x lebih banyak perangkat yang terhubung secara bertahap daripada orang yang terhubung pada tahun 2021. 

“Lonjakan big data dan konsumsi energi akan semakin besar dan dibutuhkan strategi pengelolaan yang dapat mengubah data menjadi informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan bisnis yang lebih tepat sasaran, dengan strategi pengelolaan energi yang berdampak langsung pada efisiensi biaya operasional dan peningkatan produktivitas,” jelas Xavier (04/04/2019).

Pertumbuhan pasar data center di Indonesia meningkat dua kali lipat sejak 2015 hingga 20182 dan akan terus bertumbuh dengan diperkenalkannya solusi hybrid cloud yang akan memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan data yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kapasitas dan anggaran perusahaan. 

Berbagai pilihan data center telah tersedia di pasaran memungkinkan manajemen perusahaan dan staf TI mengombinasikan pengelolaan datanya baik dengan centralized data center on premise, cloud, maupun local edge data center.

Perusahaan perlu mengenali kebutuhan pengelolaan data yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik bisnisnya. Perusahaan yang tidak memiliki banyak cabang bisa saja cukup dengan data center on premise yang tersentralisasi di kantor pusat dan cloud

Namun perusahaan seperti retail, perbankan maupun institusi pemerintahan yang memiliki banyak kantor di daerah perlu mengombinasikan antara centralized data center on premise, local edge data center dan cloud untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas data dan menghindari latensi data.

“Tantangan selanjutnya bagi perusahaan setelah mengenali kebutuhan pengelolaan datanya adalah memastikan ketahanan dan keberlangsungan operasional di dalam ekosistem data center yang semakin kompleks dengan strategi pengelolaan energi yang lebih andal dan efisien dalam satu platform,” kata Yana Achmad Haikal, Vice President of Secure Power Division, Schneider Electric Indonesia.

Kegiatan operasional Data Center membutuhkan pemantauan 24/7 mulai dari pasokan listrik, pengaturan suhu dan kelembaban udara, hingga identifikasi potensi kerusakan perangkat. Dengan EcoStruxure IT dari Schneider Electric, arsitektur terbuka berbasis IoT untuk manajemen data center, perusahaan dapat mengoptimalkan kinerja infrastruktur dan mengurangi risiko. 

Platform EcoStruxure IT dari Schneider Electric memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence dan machine learning yang memungkinkan konsolidasi data dari berbagai aset infrastruktur data center di pusat cloud dan memberikan analisa prediktif dan proaktif untuk pengambilan keputusan secara real time. Informasi dapat diakses dari jarak jauh melalui telepon genggam maupun PC sehingga dapat dilakukan pengambilan keputusan secara real time dan meningkatkan produktivitas staf TI.

“Sektor Data Center merupakan salah satu dari empat sektor yang menjadi fokus Schneider Electric di Indonesia selain sektor bangunan, industri dan infrastruktur. Sekitar 80% pelanggan korporasi kami di segmen data center telah memanfaatkan EcoStruxure IT,” ungkapnya.

Di sektor perbankan, Bank Exim dan Bank BRI merupakan dua contoh pelanggan Schneider yang menerapkan EcoStruxure IT untuk pengelolaan data centernya. “Dengan EcoStruxure IT, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi energi hingga 30%, meningkatkan pengelolaan infrastruktur dan mengurangi risiko kendala listrik hingga 30%, serta menurunkan biaya operasional hingga 20%,” tutur Yana.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)