Eduspec Indonesia Perkenalkan Pendidikan Berbasis STEM

 

Perkembangan global yang amat cepat dalam beberapa tahun terakhir,  membuat negara-negara maju maupun negara berkembang, berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan model Pembelajaran Tematik Terpadu (PTP) atau Integrated Thematic Instruction (ITI).

Pembelajaran ini berangkat dari pendekatan tematis sebagai acuan dasar bahan dan kegiatan pembelajaran,  di mana tema yang dibuat mengikat baik mata pelajaran tertentu maupun antar mata pelajaran. Pembelajaran tematik ini secara ilmiah telah menunjukkan keberhasilannya dalam memacu percepatan dan meningkatkan kapasitas memori peserta didik.

Indra Chariamiadji, Direktur Utama Eduspec Indonesia. Indra Chariamiadji, Direktur Utama Eduspec Indonesia.

Untuk memacu prestasi pendidikan Indonesia, Eduspec Indonesia mengenalkan sistem pendidikan berbasis science, technology, engineering and mathematics atau STEM. Ini merupakan sebuah model pembelajaran yang populer ditingkat dunia yang efektif dalam menerapkan Pembelajaran Tematik Integratif, yang menggabungkan 4 bidang pokok dalam pendidikan yaitu ilmu pengetahuan, teknologi, matematika,  engineering.

Metode ini mengajak siswa untuk mengintegrasikan mata pelajaran dan mengkorelasikannya dengan kehidupan sehari-hari. Proses pembelajaran melibatkan 7 keahlian utama bagi siswa abad 21, yaitu, kolaborasi, kreatif, berfikir kritis, komputerisasi, pemahaman budaya, dan mandiri dalam belajar dan berkarier.

“Perkembangan dunia pendidikan sangat cepat, karena itu Indonesia harus menyesuaikan kurikulum agar dapat bersaing di era global,” kata Indra Chariamiadji, Direktur Utama Eduspec Indonesia. Ia mengatakan, STEM sebuah keharusan dalam mempersiapkan anak didik menghadapi dunia nyata yang penuh masalah agar siap dalam persaingan global.

Science, technology, engineering, and mathematics adalah mata pelajaran yang saling berkaitan dalam kehidupan nyata manusia. Keempat bidang itu saling kait mengait dan tak bisa berdiri sendiri. "Selama ini dipelajari terpisah-pisah, jadi seolah-olah hanya bisa dipahami secara teori saja. Padahal, keempat bidang studi itu wajib dikuasai oleh anak didik supaya mereka bisa memecahkan masalah dalam dunia kerja, masyarakat dan dalam semua aspek kehidupan mereka kelak," katanya.

Saat ini, negara-negara yang menggunakan kurikulum itu antara lain Singapura, Finlandia, Amerika dan Australia. Menyusul Vietnam, Tiongkok, Malaysia, Filipina. Menurut Indra, Eduspec sebagai perusahaan konsultan pendidikan sudah menyiapkan materi kurikulum STEM untuk sekolah-sekolah di Indonesia, mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah atas.

"Kurikulum ini juga mengajarkan anak didik tentang computational thinking, bukan sekadar belajar menekan tombol melainkan belajar memecahkan masalah dengan teknologi, atau berpikir layaknya komputer" katanya. Kurikulum ini kelak akan terintegrasi dengan sistem pendidikan e-Sabak (Sistem Aplikasi Belajar Aktif dan Kreatif Elektronik) dalam mengembangkan pendidikan modern yang efektif dan efisien pendidikan berbasis teknologi.

"Indonesia harus menyadari bahwa dunia pendidikan berubah cepat, yang tadinya dengan kertas, kapur dan lain-lain. Anak didik juga harus bawa banyak buku. Kini, dengan e-Sabak, itu semua isi buku sudah ada dalam komputer dalam satu alat yang hanya sebesar satu buku," tuturnya.

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)