Ekonomi Lestari Gerakkan Pembangunan Inovatif LTKL

Berdasarkan identifikasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), peluang investasi berkualitas banyak ditemukan pada pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia. Hal inilah yang kemudian mendorong Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) hadir sebagai forum kolaborasi untuk mendorong percepatan implementasi visi kabupaten lestari bersama BKPM.

Konsep yang ditawarkan LTKL ini menjadi salah satu inovasi bagi daerah untuk menyerap dan menciptakan iklim investasi berkualitas. Sehingga dapat tercapai pemanfaatan SDA Indonesia secara optimal, dan mendukuni dari sisi infrastruktur, pendidikan serta kesehatan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Pendekatan Ekonomi Lestari sangat mungkin dilakukan. Para anggota LTKL sudah memulai hal tersebut dengan menyiapkan ‘amunisi’ untuk menuju ke sana melalui program-program yang dirancang bersama,” ujar Beni Hernedi, Wakil Bupati Musi Banyuasin dan Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi.

Beni juga menjelaskan, program yang dirancang disesuaikan berdasarkan keunggulan daerah masing-masing Kabupaten Lestari. Terdapat lima cakupan program LTKL yang dirancang. Pertama, Bisnis dan Investasi Lestari untuk menyiapkan kabupaten menyusun portfolio komoditas dan secara aktif menjemput investasi ke daerah. Kedua, Inovasi Masyarakat untuk peningkatan pelibatan masyarakat lokal dalam visi hijau kabupaten.

Ketiga, Kebijakan dan Perencanaan untuk memetakan kebijakan yang berpotensi mendatangkan insentif dari kerangka nasional. Keempat, Pemantauan dan Pelaporan untuk menghasilkan produk laporan daya saing daerah. Kelima, Komunikasi untuk mempromosikan inisiatif keberlanjutan yang dilakukan kabupaten.

“Saat ini prioritas utama BKPM adalah investasi berkualitas pada sektor ekonomi produktif dan jangka panjang dengan ciri-ciri utama kemitraan dengan pengusaha lokal dan memberikan nilai tambah (value-added) bagi perekonomian,” ujar Indra Darmawan, Direktur Fasilitas Promosi Daerah BKPM.

Indra juga menjelaskan bahwa desain awal Ekonomi Lestari adalah menyeimbangkan aspek lingkungan, sosial dan ekonomi dalam kebijakan, perencanaan serta program-programnya. Hal ini dengan tujuan meningkatkan PDB dan efisiensi anggaran kabupaten, mengurangi kemiskinan dan pengangguran, serta bergerak menuju nol deforestasi dan degradasi hutan & gambut.

Selain membentuk program dan struktur dengan visi demikian, Arvin Dwiarrahman, juru bicara Kopernik, melihat keterlibatan mendalam yang butuh terjadi di masyarakat. Kopernik, sebagai mitra LTKL, telah melakukan pengembangan bisnis berbasis konservasi lingkungan di Kabupaten Sintang yang melibatkan masyarakat sekitar.

“Dari pengalaman kami di Sintang kemarin, penting sekali melibatkan masyarakat sekitar karena mereka yang lebih paham dengan lingkungan sekitar mereka. Tantangannya saat ini bagaimana menciptakan dan mempromosikan pemuda menjadi periset yang baik untuk daerahnya sendiri,” tambahnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)