Ekonomi Makro Stagnan, Kinerja WOM Finance Tetap Positif

Tahun buku 2017, PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) berhasil mencetak laba bersih Rp 181 miliar.

Langkah-langkah perbaikan yang dilakukan WOM Finance tahun 2017 menbuahkan hasil seperti peningkatan kontribusi dari pembiayaan multiguna jasa (MotorKu dan MobilKu), kontribusi dari motor baru khususnya merek Honda dan Kawasaki. Perbaikan strategi collection & penerapan grading dilakukan untuk memberikan kualitas pembiayaan yang semakin baik.

Hingga akhir Desember 2017 WOM Finance berhasil menyalurkan 465 ribu unit pembiayaan. Presiden Direktur WOM Finance, Djaja Suryanto Sutandar, memaparkan, pembiayaan pada sepeda motor baru masih mendominasi di angka 241 ribu unit dengan porsi 51,8%. Angka penyaluran pembiayaan itu tumbuh 3 persen dibanding tahun sebelumnya.

Kemudian porsi pembiayaan multiguna jasa MotorKu dan MobilKu sebesar 192 ribu unit. Pembiayaan ini pada akhir 2017 naik 31%. Secara total piutang pembiayaan yang dikelola WOM Finance naik 8% dari Rp 7,6 triliun pada periode tahun 2016 menjadi Rp 8,1 triliun pada akhir Desember 2017.

Sumber dana WOM Finance mencapai Rp 6,3 triliun dengan pinjaman bank sebesar Rp 3,2 triliun dan pinjaman obligasi  Rp 3,1 triliun. Jumlah tersebut meningkat sebesar 18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sejumlah Rp 5,3 triliun.

Menurut Djaja, kinerja ini mencerminkan bahwa tingkat kepercayaan stakeholder terhadap eksistensi dari WOM Finance dalam memberikan pelayanan terbaik terus meningkat dari waktu ke waktu. Sementara itu, gearing ratio terjaga pada tingkat 5,7 kali. Perusahaan juga berencana untuk menerbitkan Obigasi Berkelanjutan WOM Finance II Tahap IV di Q1 tahun 2018 untuk mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan.

Direktur WOM Finance, Zacharia Susantadiredja, mengatakan, pertumbuhan aset mencapai Rp 7,7 triliun pada akhir Desember 2017, meningkat 16% dibandingkan posisi Desember 2016 sebesar Rp 6,7 triliun. Total liabilitas perseroan mencapai Rp 6,8 triliun atau naik 15% dari Rp 5,9 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan Non Performing Financing (NPF) Perusahaan menurun menjadi 1,05% dari 1,25% pada periode yang sama tahun sebelumnya. “Dengan strategi bisnis yang telah kami tentukan, kami yakin pencapaian di tahun 2018 akan semakin membaik.” ungkp Zacharia.

Total ekuitas perseroan naik 21% dari sebesar Rp 815 miliar menjadi Rp 989 miliar. Return of Equity (ROE) tumbuh menjadi 20% dari 8% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan Return of Asset (ROA) naik menjadi 3% dari 1% dibandingkan tahun 2016.

Ke depan, WOM Finance telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk menjawab tantangan bisnis,  yaitu memperluas jaringan kantor yang terfokus pada beberapa pulau yakni pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan, memperkuat fundamental dan infrastruktur Teknologi Informasi (TI) melalui pembaharuan IT Core System untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan meningkatkan pembiayaan dengan melakukan kerja sama dengan mitra strategis dan channel-channel digital.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)