Ekspansi BINUS Perkuat Pembelajaran Online

Vice President of BINUS Higher Education George Wijaya & President of BINUS Higher Education and Professional Services, Stephen W. Santoso.

Tingginya minat calon mahasiswa yang menuntut ilmu di Bina Nusantara (BINUS) University, tak pelak membuat perguruan tinggi itu harus menambah kapasitas ruang kuliah.  Alhasil, pembangunan gedung baru harus dilakukan, sehingga berdirilah kampus megah BINUS University di Alam Sutera, Tangerang Selatan.

BINUS sengaja membangun kampus dari kecil, kemudian baru mengembangkan yang lebih besar. Hal ini dilakukan agar ketika telah running di kampus BINUS yang besar, mahasiswa dan seluruh stafnya dapat merasakan suasana keramaian layaknya sebuah kampus. “Kami melakukan banyak pendekatan terkait pembangunan kampus BINUS di Alam Sutera. Akhirnya pihak pengembang Alam Sutera sendiri menyambut dan meminjamkan tanah untuk dibangun kampus,’ ujar Vice President of BINUS Higher Education, George Wijaya.

Kampus BINUS di Alam Sutera merupakan contoh dari langkah ekspansi universitas yang dikenal dengan muatan pendidikan berbasis teknologi ini. Menurut President of BINUS Higher Education and Professional Services, Stephen W. Santoso, kampus fisik BINUS telah ada di beberapa kota, yaitu Jakarta, Tangerang (Alam Sutera), Bekasi, Bandung, dan Malang. Selain perguruan tinggi, BINUS juga memiliki sekolah dari taman kanak-kanak (TK) hingga SMA yang berlokasi di Simprug dan Serpong.

BINUS yang awalnya sebagai lembaga kursus komputer menjelma tahap demi tahap menjadi akademi dan Sekolah Tinggi Manajemen dan Ilmu Komputer (STMIK). Perjalanan ini yang menginspirasi tumbuhnya perguruan tinggi tersebut hingga seperti sekarang. Pada 1996, status lembaga pendidikan akhirnya berubah menjadi universitas. Menurut Stephan, milestone BINUS terjadi karena adanya perubahan kebutuhan masyarakat, perkembangan teknologi, dan kepercayaan masyarakat.

“Memang kami harus memiliki kemampuan melihat arah perubahan dan keberanian untuk berubah dan beradaptasi,” ungkap Stephan. Stephan dan George merupakan generasi ketiga dari keluarga pendiri BINUS ini. Dari awal, mereka berdua melanjutkan BINUS dengan mengedepankan kultur dan  nilai yang telah dimilki sudah  lekat dengan teknologi, sehingga saat ada perubahan sudah terbiasa.

Langkah ekspansi BINUS dilakukan di beberapa kota. Stephan menyebutkan, strategi ini dilatarbelakangi semangat membina Nusantara, sesuai dengan motto BINUS: “Fostering & Empowering” (Membina dan Memberdayakan). Ia juga mengakui ekspansi ini dilakukan karena ada peluang bisnis. “Market-nya ada, yaitu kebutuhan akan pendidikan tinggi yang berkualitas di daerah-daerah,” ungkapnya.

BINUS ingin hadir memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi semua masyarakat untuk dapat mengakses pendidikan tinggi yang berkualitas. BINUS juga melihat saat ini juga telah mulai bergeser, sudah tidak 100% campus based lagi. Ke depannya, salah satu fokus utama BINUS adalah mengembangkan secara online, karena kondisi geografis Indonesia yang membuat orang butuh untuk belajar lewat online. "Kami memiliki BINUS Online Learning yang telah ada sejak tahun 2000. Teknologi dan sistemnya sudah kami bangun sejak tahun 2000 dan pada waktu itu telah dipakai di kampus untuk semua mahasiswa. Dengan demikian dapat memonitor semua aktivitas di aplikasi ini. Aplikasi ini juga dapat memenuhi kebutuhan mereka yang bekerja. Mereka bisa tetap bekerja dan lanjut kuliahya,” jelas Stephan.

Bekerja sama dengan kampus luar negeri pun dilakukan BINUS sejak tahun 2001. Mitranya hingga sekarang sekitar 100-an perguruan tinggi dari seluruh dunia. “Kami mungkin yang pertama kali membuat internasional program, S1 internasional. Sekarang namanya menjadi Binus Northumbria School of Design. Kerja samanya lebih dalam, kurikulumnya dibangun bersama untuk masing-masing degree dapat saling mengakui,” ungkap George.

Menurut Stephen, dari awal BINUS dibangun dengan  "passion in education”. Edukasi benar-benar harus jadi nomor satu dan selalu dikedepankan. Semangat untuk mendidik, membina dan memberdayakan menjadi bagian yang tak terpisahkan. Dari sisi pencapaian akademis, manajemen BINUS bersyukur dapat terus meningkat. “Kami sudah terakreditasi A. Secara internasional ranking di QSA naik terus, mungkin saat ini di antara swasta Indonesia kami masih yang terbaik. Kami satu-satunya di Indonesia kampus yang sudah bintang empat versi QS,” jelasnya mengklaim.

Reportase: Arie Liliyah

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)