Ekspor Alas Karet Supranusa Indogita ke 4 Benua

Tahun 2004, PT Supranusa Indogita memutuskan fokus pada bahan karet sebagai core bisnisnya. Karet yang diproduksi untuk segala jenis alas. Pada tahun yang sama, perusahaan ini berhasil melakukan ekspor ke Amerika untuk alas karet sapi perah. Sertifikasi ISO 9001 didapatkannya  tahun 2006 dan diperbarui hingga sekarang.

Penghargaan Primaniyarta untuk kategori eksportir potensi unggulan diraihnya tahun 2014. Bisnis yang dibangun bertujuan menjadi pemimpin pasar untuk karpet karet dengan kualitas terbaik. Fokus pada kontrol kualitas dengan bantuan divisi R&D, Supranusa Indogita mampu menghasilkan produk inovatif yang dapat memuaskan pelanggan.

Diwakili oleh Manajer Pemasaran Ekspor PT Supranusa Indogita, Ifoni Setiawati, mengungkapkan, penjualan alas karet produksi Supranusa Indogita hampir ke semua benua. Namun untuk benua Afrika sedang dilakukan postpone. “Fokus ekspor lebih ke Eropa dengan karyawan 850 orang dan berskala menengah. Penjualan lokal produk perusahaan mencapai 42,46% dan ekspor 57,54%. Eropa menempati porsi 66,45%, Kanada 18,92%, Australia 12,1%, UK 1,37%, dan Turki 1,35%,” ujarnya.

Untuk Turki, ekspor produk karet Supranusa Indogita merupakan produk vulkanisir pengeleman ban, bukan untuk alas sapi. Material dasar yang digunakan untuk alas karet adalah dari ban-ban bekas yang 95% adalah ban daur ulang. Alas karet produksinya dipergunakan untuk sapi perah, kuda, babi, ayam petelur dan cushion gum. “Untuk pasar lokal, kami membuat bantalan jembatan, keset rumahan, dan karpet mobil. Perusahaan mengutamakan eco green, dengan menggunakan bahan bekas dari ban truk,” ujarnya.

Produk alas karet yang dihasilkan pabrikan asal Sidoarjo ini lebih higienis, aman dan nyaman bagi hewan. “Produknya yang go green dengan memperhatikan kualitas. Perusahaan juga mengikuti tes bahan baku yang digunakan untruk safety dan lulus uji tes dan dinyatakan aman,” ungkapnya. Pemasaran produk degan berbagai ajang pameran dagang di berbagai negara. Selain itu Supranusa Indogita memiliki 10 agen di Eropa dan gudang di Belanda untuk mengelola stok barang di benua Eropa.

Tahun ini, Supranusa Indogita mengembangkan produk lain yaitu ember dari benang pengolahan ban bekas. Pengelolaan benang dari ban bekas dapat dijadikan bijih plastik. Ini juga menjadi perluasan bisnis yang dari bahan baku sama untuk dua jenis produk yang berbeda. Semua proses produksi perusahaan yang telah berdiri sejak 1993 ini turut menyertakan safety untuk limbah udara dan air dengan dibangunnya filter agar aman untuk lingkungan.

 

Reportase: Herning Banirestu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)