Emerio Dukung Industri Keuangan Indonesia Terapkan IFRS 9

(ki-ka) Manohar Benedict, Product Delivery Director PT Emerio Indonesia; Amandalia Johanes, Head of Management Risk PT Bank CTBC Indonesia;. Ahmad Hidayat,  Director Finance PT Bank Panin Indonesia; Lea Kusuma Wijaya, Finance Director Bank Permata dan Michael Tanong, President Direktur PT Emerio Indonesia

Perusahaan penyedia solusi TI, Emerio, memberikan dukungan kepada industri keuangan Indonesia untuk mengimplementasikan IFRS 9 dengan menghadirkan Emerio Regla IFRS 9.

Maklum, sudah menjadi kesepakatan dunia bahwa pada 2018 standar pelaporan keuangan dan akuntasi perbankan dan lembaga jasa keuangan akan menggunakan standar IFRS 9. Di Indonesia, IFRS 9 akan mulai diberlakukan pada 2020.

Michael Tanong, Presiden Direktur Emerio Indonesia, menjelaskan, IFRS 9 atau di Indonesia dikenal sebagai PSAK 71 merupakan standar baru yang akan menggantikan standar yang berlaku saat ini (IAS 39 atau PASK 55), yang akan berlaku efektif 2018 hampir di seluruh dunia dan pada 2020 di Indonesia.

“Tantangan yang dihadapi dalam implementasi IFRS 9 adalah ketersediaan data dan kualitas data, kemampuan bank untuk melakukan prediksi dengan menggunkan risk management technic dan pentingnya tools statistic untuk mendukung perhitungan tersebut,” ujar Michael.

Dalam aspek standar akuntansi dan keuangan, Indonesia harus menggunakan standar akuntansi dan keuangan yang berlaku dan diterima di seluruh dunia. Itulah kenapa, Indonesia dalam beberapa tahun belakangan semakin gencar mempromosikan penggunaan standar akuntansi keuangan yang telah berkonvergensi dengan IFRS di entitas publik di Indonesia. Dan salah satu standar yang akan berlaku dalam waktu dekat adalah IFRS 9.

Menurut Michael, salah satu perubahan yang paling signifikan di IFRS 9 adalah perubahan paradigma dari backward looking menjadi forward looking. Konsep ini berawal dari salah satu studi terhadap krisis keuangan pada 2008 lalu dimana konsep pencadangan di IAS 39 saat ini dianggap terlalu sedikit dan terlalu lambat dicadangkan.

Adanya perubahan terhadap pelaporan keuangan dan akuntansi menuntut perbankan dan lembaga jasa keuangan lainnya untuk siap dan melakukan perubahan. Emerio Regla IFRS 9 hadir guna mendukung industri keuangan agar dapat selaras atau comply dengan ketentuan IFRS terbaru.

Regla merupakan platform solusi untuk mendukung industri keuangan dalam hal transformasi menyeluruh untuk menghasilkan keputusan-keputusan strategic business. Regla menyediakan end-to-end solution dengan adaptasi terhadap teknologi terbaru dan tersedia dalam berbagai flavor technology database, operating system, dan infrastructure termasuk cloud.

Regla menjawab kebutuhan klien Emerio, yang 90% merupakan perbankan dan institusi keuangan, terkait kebutuhan perhitungan, pelaporan kepada pihak regulator, baik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun Bank Indonesia (BI), serta kebutuhan internal bank, atau pelaporan ke grup usaha, yang menuntut pelaporan tersebut comply terhadap IFRS standar tertentu,” ujar Michael menguraikan.

Saat ini Regla terdiri dari beberapa produk yang telah banyak dipakai oleh perusahaan-perusahaan perbankan dan insititusi keuangan, di antaranya: Regla IAS 32/39 (as PSAK 50/55), Regla IFRS 7 (as PSAK 60), Regla IFRS 9 (as PSAK 71), Regla RPM (Regla Performance Manager), Regla LBU Basel II, Regla LKPBU, Regla LBBU,. Regla RWA, Regla Basel III (NSFR & LCR) serta Regla LBU Syariah dan LSMK.

Bank dan institusi keuangan yang menjadi klien Emerio pengguna Regla, kata Michael, dapat melakukan analisa menyeluruh terhadap aspek-aspek keuangan yang diharuskan oleh standar regulator dan IFRS. Ini meliputi persiapan dan pengolahan data, perhitungan yang lengkap, cepat dan akurat, serta comply dengan regulasi, dan merepresentasikan informasi yang dihasilkan dalam bentuk pelaporan yang diinginkan.

“Pengguna Regla dapat merasakan peningkatan efektivitas dan efisiensi yang signifikan dikarenakan proses otomasi untuk mengganti proses manual yang selama ini menjadi tantangan untuk masing-masing bank dan insitutusi keuangan lainnya,” klaim Michael.

Bagi Michael, keunggulan lain yang membedakan Regla IFRS 9 adalah sistem yang end-to-end bagi klien perbankan dalam kebutuhan pelaporan IFRS. Regla IFRS 9 terintegrasi dengan modul-modul Regla yang lain, yang merupakan suatu kesatuan solusi lengkap untuk kebutuhan regulatory dan compliance.

Regla IFRS 9 mencakup mulai dari validasi data input, proses yang comply dengan standar IFRS dan accounting journal serta pelaporan yang diperlukan oleh para user perbankan pada umumnya dikarenakan produk Regla IFRS ini didesain oleh para akuntan yang juga merupakan user perbankan dan dibangun bersama tim IT Emerio yang sangat mumpuni dan sangat berpengalaman.

“Regla adalah 100% produk dalam negeri yang di-develop oleh anak bangsa dan dikhususkan untuk institusi keuanga,” dia menambahkan.

Regla telah berhasil diimplementasikan dilebih dari 20 klien perbankan dan institusi keuangan lainnya, di Indonesia dan negara-negara lain di Asia Tenggara, seperti Malaysia, Singapura, Filipina, dan Brunei Darussalam. Dengan banyaknya jumlah bank dan insutitusi keuangan lainnya, Indonesia merupakan pasar yang sangat menjanjikan dan Regla memiliki potensi yang besar di pasar Indonesia,” kata Michael. “Pertumbuhan bisnis kami tahun 2016 double digit. Sejak 11 tahun lalu didirikan, perusahaan kami selalu growth,” dia menegaskan.

Peluncuran Regla IFRS 9 ditandai dengan menggelar seminar yang dihadiri oleh perusahaan perbankan dan institusi keuangan lainnya seperti finance company dan asuransi. Pada acara tersebut Emerio memberikan penghargaan kepada tiga bank di Indonesia atas tekad mereka yang tetap ingin mengimplementasi standar baru ini sebelum IFRS 9 efektif berlaku. Ketiga bank yang menerima penghargaan sebagai bank “early automation initiatives” adalah CTBC Indonesia, Bank Panin, dan Bank Permata.

Emerio Indonesia adalah perusahaan jasa dan konsultan teknologi informasi (TI) di Indonesia. Sebagai bagian dari Grup NTT – Jepang, dengan karyawan sejumlah 550 orang di berbagai wilayah di Jakarta, Emerio Indonesia telah menyediakan pelayanan TI untuk perusahaan-perusahaan dari berbagai industri di Indonesia dengan menggabungkan dan menerapkan jasa dan teknologi terbaru sejak tahun 2006. Vertical services industry Emerio Indonesia adalah industri jasa keuangan, manufaktur dan distribusi, telekomunikasi, pertambangan, dan perusahaan media.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)