EPRE 2017 Dorong Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan

Pada 6-7 September mendatang Electric, Power and Renewable Exhibition (EPRE) kembali digelar.

Pameran terbesar terkait listrik, sumber energi pembangkit dan energi terbarukan yang digagas oleh PT Pamerindo Indonesia sudah berlangsung 18 kali sejak 26 tahun lalu. Menurut Wiwiek Roberto, Project Director Pamerindo Indonesia, pameran ini merupakan yang terbesar di ASEAN.

Tahun lalu saja ada 943 perusahaan yang turut berpartisipasi dalam pameran dengan 20.215 pengunjung yang hadir selama dua hari pameran. Pameran yang akan berlangsung di JiExpo Kemayoran Jakarta ini kata Wiwiek akan lebih besar lagi diikuti 950 perusahaan dari 39 negara. Didukung Masyarakat Kelistrikan Indonesia (MKI) pada pameran ini mendorong pentingnya pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT).

Terlebih saat ini sedang dibahas revisi Rencana Umum Penyenggaraan Tenaga Listrik (RUPTL) 2017-2026 oleh Pemerintah bersama PLN. Dalam revisi tersebut, salah satunya dibahas peningkatan energi baru terbarukan untuk proyek pembangkit listrik. Sekretaris Eksekutif MKI, Bambang Hermawanto mengatakan perlu dukungan swasta dalam pengembangan EBT.

Namun dorongan penggunaan EBT harusnya juga harus diimbangi dengan dukungan Pemerintah. Terutama dalam hal pengembalian yang memadai bagi investor. Hal ini ditegaskan Bambang saat konferensi pers di Hotel Ayana MidPlaza di Jakarta. “MKI sebagai jembatan antara players, operator dan regulator merasa perlu mendorong ini, namun tentu saja para investor mendapat pengembalian yang memadai, mengingat investasi di EBT tidak sedikit, tapi di sisi lain pemerintah juga harus memperhatikan harga listrik yang terjangkau bagi konsumen,” terangnya.

Kondisi yang sulit bagi investor dengan dua tujuan yang berbeda tersebut, memang kemudian berakibat dari 53 perusahaan, 11 perusahaan mundur dari proyek kerja sama dalam mewujudkan EBT ini dengan PLN. “Kebutuhan energi alternatif makin mendesak demi tercapainya target bauran EBT sekitar 23 persen pada 2025,” katanya.

Dalam EPRE 2017 nanti akan diperkenalkan teknologi baru yang bisa menjadi solusi para pelaku industri terkait pemanfaatan energi listrik. Pameran tahun ini Wiwiek menargetkan 20.500 pengunjung akan hadir. Seperti tahun sebelumnya ada 39 negara yang sudah bersedia menjadi peserta pameran. Siemens yang sudah sejak tahun 1990an mengikuti pameran ini, akan kembali menjadi peserta pameran.

“Pameran ini sangat sesuai target, pengunjung yang hadir, jadi kami merasakan manfaatnya. Kalau terkait dengan sales, tidak secara langsung terlihat dampaknya. Yang jelas pameran ini kami bisa menampilkan teknologi terbaru kami dan sistem hemat energi sumber daya yang mendukung transformasi digital di sektor energi dan manufaktur di Indonesia, “ ujar Julieta Chlasmacher, Head of Corporate Communications PT Siemens Indonesia. Hal yang sama juga disampaikan Astrid Damayanti Country Communications PT ABB Sakti Industri, perusahaannya selama 10 kali mengikuti pameran ini menjadikan ajang ini untuk meningkatkan awareness tentang produk terbaru mereka. Dan, untuk tahun ini, seperti Siemens ABB, kata Astrid, akan menampilkan produk solusi efisiensi energi digital.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)