Equus dan Garam Perkuat Ekosistem Branding Indonesia

Felicia Julianm, Direktur Pemasaran Frisian Flag Indonesia, Andrew Thomas, Managing Director Equus, dan Colin Anderson, Direktur Strategi Equus

Kelahiran produk dari perusahaan lokal di Indonesia berkembang pesat, akan tetapi Indonesia akan menghadapi berbagai tantangan lintas batas menjelang diberlakukannya Kawasan Pedagangan Bebas ASEAN (AFTA). Andrew Thomas, Direktur Pengelola  Equus, menjelaskan, “Jika lebih banyak perusahaan di Indonesia mulai dengan memahami siapa mereka sebagai bisnis, apa yang mereka jual, dan kepada siapa brand ditujukan, tidak diragukan merek-merek Indonesia tidak akan hanya dapat menaklukan pasar lokal, tapi juga regional.” Menurutnya, agar bisa diterima, brand harus menyentuh logika, hati, dan spiritual konsumen.

Felicia Julianm, Direktur Pemasaran Frisian Flag Indonesia turut menyampaikan, “Lebih baik memahami aplikasi lokal framework branding khusus untuk pasar Indonesia, membangun merek di Indonesia bukan one size fits all, karena keadaan geografis dan beragam budaya yang dimilikiya. Memahami konsumen Indonesia adalah kunci utama dalam membangun brand yang tahan lama.”

Ia juga mengungkapkan bahwa di Indonesia, ada tiga pola belanja yang unik dari konsumen Indonesia. Pertama, permintaan barang proporsinya sesuai dengan segmen kelas ekonomi, misalnya makanan. Kesempatan yang muncul dari pola ini bagi pemilik brand adalah mengambil ceruk pasar dari beragam kelas. Kedua, permintaan yang berkurang seiring dengan peningkatan pendapatan konsumen, misalnya produk sabun cuci dan rokok. Ketiga, perminatan yang bertambah seiring dengan peningkatakn pendapatan konsumen, misalnya kamera dan liburan. Hal itu memberikan kesempatan kepada pemilik brand untuk memosisikan brand-nya ke pasar premium tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Colin Anderson, Direktur Strategi Equus, menjelaskan bahwa mendefinisikan brand dan menceritakan kisahnya adalah langkap penting dalam membangun sebuah merek. “Juga merupakan salah satu cara paling efektif dengan menyatukan staf untuk tujuan yang sama dan menghubungkan mereka melalui nilai-nilai yang sama. Visi dan DNA yang jelas, serta mengetahui target audiens tidak hanya akan menarik pelanggan, tapi juga dapat memperkuat staff dan menumbuhkan semangat mereka untuk menjadi brand ambassador,” ungkapnya.

Kehadiran Equus di Indonesia adalah untuk menyediakan layanan strategi branding dan desain. Kemitraan ini akan memperluas kemampuan Garam dalam meberikan pengalaman brand dan bertujuan untuk memperluas akses bagi peruashaan di Indonesia terhadap beragam layanan dan wawasan industri.

Equus, konsultan desain asal Singapura bekerja sama dengan Garam, penyedia jasa kreatif, mengadakan diskusi berjudul Accelereate Growth – Unlocking Your Brand Potential di Museum Macan  (13/8/2018). Acara tersebut menfasilitasi tukar pikiran antar pemilik merek dan profesional untuk menciptakan nilai bagi pelanggan melalui branding.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)