Erick Thohir dan Anindya Bakrie Menguasai Oxford United; Di Solo Trio Kaesang, Kevin & Aga Thohir Mengambil Alih Manajemen Klub Persis

Anindya Bakrie, CEO Bakrie & Brothers bersama Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Tempo.co).

Erick Thohir dan bola hari ini menjadi berita media di mana-mana. Dari Jawa Tengah hingga ke Inggris. Dari Solo sampai Oxford. Semuanya terkait dengan langkah-langkah Erick untuk mendongkrak prestasi klub bola, dengan manajemen yang lebih profesional dan layak secara bisnis.

Dikabarkan dalam pekan ini, konsorsium Indonesia, Erick Thohir dan Anindya Bakrie, menambah investasi dengan membeli saham milik pengusaha asal Thailand, Sumrith "Tiger" Thanakarnjanasuth sehingga menguasai 51 persen kepemilikan saham mayoritas klub dari Oxford, Inggris, yang berusia 126 tahun itu. Menurut berita yang dirilis media di Inggris, seperti oxfordmail.co.uk dan telegraph.co.uk, Jumat 19 Maret 2021 sore, dalam seminggu ke depan konsorsium Indonesia itu akan menuntaskan transaksi pembelian saham, sekaligus mengajukan business plan untuk mendapat persetujuan dari English Football League.

Sementara itu, berita yang pertama kali dilansir Solo Pos menyatakan bahwa klub legendaris kota Solo, Persis, siap menatap musim kompetisi di Liga 2 mendatang dengan semangat yang benar-benar anyar. Klub yang pada tahun 2023 akan berusia 1 abad itu kedatangan manajemen baru yang digawangi darah muda dari kalangan milenial yang didukung sejumlah tokoh yang memiliki pengalaman dan kepedulian tinggi untuk membenahi manajerial klub, sekaligus membawa prestasi ke tingkat yang lebih tinggi.

Dari kiri: Direktur PT Plevia Makmur Abadi Kevin Nugroho, Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka, Direktur Utama PT Persis Solo Saestu (PT PSS) Kaesang Pangarep, dan Presiden Komisaris PT PSS Mahendra Agakhan Thohir (Foto: Berita Surakarta).

Pada posisi Direktur Utama PT Persis Solo Saestu (PT PSS), perusahaan yang memiliki klub Persis, duduk Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo. Posisi Presiden Komisaris PT PSS diisi oleh Mahendra Agakhan Thohir, putera Erick Thohir. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT PSS di Hotel Atila, Solo, Sabtu 20 Maret 2021. Ketetapan tersebut merupakan implikasi dari perubahan komposisi kepemilikan saham PT PSS.

Di PT PSS, Kaesang menguasai 40 persen saham Persis. Erick memiliki saham sebesar 20 persen. Sedangkan Kevin Nugroho, Direktur PT Plevia Makmur Abadi, memiliki 30 persen saham. Sisa saham Persis sebanyak 10 persen masih dimiliki 26 tim internal dan pendiri PT PSS.

Pertanyaannya, mengapa Erick Thohir kembali agresif di kancah sepak bola, ternyata jawabannya singkat, “Kangen bola!”.

Kevin, Gibran, dan Kaesang (Foto: Berita Surakarta).

“Sebetulnya apa yang saya lakukan di Persis Solo dengan Oxford, tidak jauh berbeda. Memperbaiki manajemen, melakukan regenerasi, membuat keduanya lebih baik. Bukan hal yang mudah, tapi tidak ada yang tidak mungkin,” tambahnya.

Erick juga menjelaskan, “Khusus untuk Solo dan Aga, Aga mau mengikuti jejak ayah saya yang memulai perjuangan dari Solo. Solo adalah kota pertama ayah saya berjuang terpisah dari keluarga untuk sekolah.”

Pada acara jumpa pers di Stadion Manahan Solo, Sabtu 20 Maret 2021, Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka, kakak sulung Kaesang, mengatakan, “Mungkin nanti orang yang akan sering saya ganggu, sering saya ojok-ojok agar Persis Solo nanti bisa bisa masuk Liga 1, mungkin nanti Pak Erick Thohir. Sebab Pak Erick sudah berpengalaman megang klub-klub besar (di tingkat dunia). Ini uga supaya manajemennya lebih profesional dan transparan”.

Kaesang dan Aga Thohir (Foto: Berita Surakarta).

Gibran juga menambahkan, bahwa dukungan dia untuk pengembangan Persis ini sesuai dengan komitmen yang dia sampaikan waktu saya kampanye untuk menjadi walikota Solo beberapa waktu lalu. Dia menginginkan Persis dikelola oleh orang yang profesional, orang yang pernah megang klub bola, supaya Persis benar-benar bisa berprestasi.

Ssekarang ini Persis memang masih berlaga di Liga 2. Untuk masuk dalam Liga 1, Gibran mengatakan, pasti ada prosesnya, pasti naik turun. Dalam hal ini, peran para suporter Persis, Pasoepati, sangat diperlukan untuk bisa mengawal Persis naik ke Liga 1.

Kaesang pun sangat mendukung keinganan Gibran. ”Persis Solo, Liga 1 harga mati,” ujar Kaesang di acara jump apers di Manahan, Solo tersebut, seperti dipaparkan video Berita Surakarta.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)