EV Growth Siap Injeksi Modal untuk Startup di ASEAN

EV Growth, modal ventura bentukan Sinar Mas, East Ventures, dan Yahoo Jepang, membidik perusahaaan rintisan di Asia Tenggara atau ASEAN untuk diberikan suntikan modal. Sesuai dengan namanya, program ini menyasar startup tahap pertumbuhan, khususnya seri B ke atas.

Willson Cuaca, Co-founder and Managing Partner East Ventures,  memaparkan,  40 persen gross domestic product (GDP) Asia Tenggara berasal dari Indonesia. Selain itu, 4 dari 6 perusahaan unicorn Asia tumbuh dari Indonesia. Dua diantaranya yang bukan dari Indonesia, baru dapat disebut unicorn setelah punya pasar di Indonesia. Melihat potensi yang besar tersebut, EV Growth memfokuskan modal venturanya untuk perusahaan rintisan Indonesia.

Saat ini telah terkumpul  US$100 juta dari ketiga perusahaan investor tersebut. Target EV Growth adalah mengumpulkan US$150 juta untuk disuntikkan pada 15 sampai dengan 20 perusahaan rintisan dengan besaran US$5 sampai 15 juta. EV Growth terbuka untuk investor lokal maupun internasional yang ingin mengisi kekurangan dana US$50 juta.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, menyatakan, pemerintah menargetkan Indonesia akan memiliki 5 unicorn pada tahun 2019. Peran investasi sangat penting untuk mewujudkan hal tersebut. Karena itu, pemerintah tidak membuat aturan yang mempersulit investor untuk menyuntikkan dana. Pemerintah juga menjembatani investor dengan pelaku startup. Selain itu, untuk membuat startup tidak perlu izin terlebih dahulu, hanya perlu mendaftarkan diri ke pemerintah.

Yahoo Jepang memutuskan untuk bergabung dengan kerja sama ini karena belum memiliki cabang di Indonesia. Pihak Yahoo Jepang merasa memerlukan partner perusahaan lokal yang lebih mengerti kondisi Indonesia.

“Yahoo Jepang hanya bergabung dengan mitra terbaik. Kami yakin kolaborasi dengan Sinar Mas yang memiliki pengetahuan mendalam tentang bisnis di Indonesia dan Asia Tenggara serta East Ventures yang merupakan perusahaan modal ventura besar di Asia Tenggara dapat memberikan hasil yang optimal. Kami datang tidak hanya dengan memberikan pendanaan, tapi juga berbagai pengalaman panjang Yahoo Jepang di bidang internet, serta tata cara mengelola perusahaan dengan baik dan sehat,” ujar Shinichiro Hori, CEO Yahoo Jepang.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)