Eye Level Bidik 120 Cabang Learning Center

Salah satu cabang Eye Level Learning Center

Meski kini marak elearning, namum bisnis waralaba pendidikan tetap memiliki pasar mengingat anak-anak cenderung kurang bisa konsentrasi belajar sendiri melalui ponsel. Jadi peluang bisnis ini masih sangat besar ke depan.

Oleh karena itu, lembaga pendidikan non-formal yang berasal dari Korea Selatan yaitu Eye Level, memberikan peluang bisnis waralaba dengan biaya lisensi mulai Rp 5 juta. Waralaba ini pun hanya perlu membayar lisensi satu kali seumur hidup.

“Eye Level bisa menjadi pilihan bagi mereka yang mau memulai bisnis waralaba, khususnya bidang pendidikan. Hanya perlu modal lisensi Rp5 juta sudah bisa buka Eye Level di rumah. Bisnis pendidikan juga bukan bisnis musiman, karena pendidikan akan selalu dibutuhkan dalam setiap generasi untuk masa depan anak bangsa,” ujar Aditiawarman, Marketing Executive Eye Level Indonesia.

Eye Level adalah lembaga pendidikan non-formal yang memiliki materi pembelajaran seperti Matematika, Math, Play Math, English, English Sparks dan Happy Talk untuk anak usia 3 hingga 15 tahun.

“Setelah menjadi mitra Eye Level, owner tidak kami lepas begitu saja menjalankan bisnis seperti waralaba pada umumnya. Namun kami memberikan dukungan berupa training untuk pemilik dan para guru yang mengajar," katanya. Kemudian, ada dana marketing tahunan untuk center tersebut, kegiatan marketing dari pusat, booklet import gratis sesuai jumlah murid, serta center consultant yang akan membantu setiap Eye Level Learning Center yang sedang berjalan.

Eye Level memiliki tiga pilihan model bisnis, yaitu Home Class, Franchise Regular dan School Project. Saat ini Eye Level sudah memiliki lebih dari 70 learning center hampir di seluruh wilayah Indonesia. Pada akhir tahun ini ditargetkan akan bisa mencapai 120 learning center di seluruh Indonesia dan 200 learning center di 2020.

“Home Class bagi yang ingin buka di rumah, lalu Franchise Regular bagi pebisnis yang ingin buka di ruko yang lebih besar, dan terakhir School Project yaitu after school program yang diadakan di sekolah. Kami mendorong mitra dan calon mitra dengan mengelola learning center ini, juga turut mendukung meningkatkan pendidikan anak,” katanya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)