Fashion dan Makanan Favorit Belanja Online Saat Ramadhan

(kiri) Florian Holm, CO CEO Lazada Indonesia dan Haikal, Head Of Online Marketing Lazada Indonesia (kanan ujung)/Photo: Anastasia/SWA.

Merebaknya situs e-commerce di Tanah Air dan dunia pada tahun-tahun belakangan ini, membuat masyarakat kini mengbah gaya berbelanja mereka. Dari yang  semula berbelanja di toko offline tradisional menjadi berbelanja melalui toko virtual. Mudahnya akses telepon genggam dan Internet diyakini sebagai katalisator tingginya antusiasme masyarakat dalam berbelanja online.

Baru-baru ini e-commerce terbesar di  Asia Tenggara, Lazada, merilis hasil survei internalnya mengenai perilaku berbelanja konsumen selama bulan Ramadhan. Hasilnya, 70% dari 1.000 responden telah mengalokasikan anggaran mereka untuk berbelanja online selama Ramadhan. Selain itu, waktu paling favorit untuk berbelanja adalah saat siang hari, menjelang berbuka, dan setelah shalat tarawih. Sebagian besar dari responden juga mengaku berbelanja online minimal 2 kali setiap minggunya, dan mengalokasikan 50% dari THRnya untuk berbelanja online.

Haikal Bekti, Head of Online Marketing Lazada Online, menjelaskan, merujuk dari data tahun lalu Lazada mengalami pertumbuhan 3 kali lipat pada bulan Ramadhan dalam jumlah penjualan. Daya beli masyarakat yang tinggi ditambah behavior masyarakat yang ingin berbelanja kebutuhan rumah tangga menjelang Lebaran dinilai sebagai faktor pesatnya pertumbuhan Lazada Indonesia pada bulan ini.”Di setiap tahun selalu ada loncatan penjualan di bulan ramadhan tanpa kami melakukan apa-apa," jelas Haikal. Namun sayangnya saat ditanya perihal target yang akan dicapai Lazada pada bulan Ramadhan ini, dia enggan untuk menjelaskan.

Haikal memprediksi, kebutuhan pangan dan sandang masih menjadi juara di awal-awal Ramadhan, diikuti oleh barang-barang elektronik seperti gadget hingga ricecooker yang naik secara signifikan.”Fashion dan makanan masih menjadi barang yg banyak dibeli masyarakat,” ungkap Haikal. Pihaknya juga meyakini Pulau Jawa masih mendominasi daerah dengan angka transaksi tertinggi.

 

 

Editor : Eva Martha Rahayu

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)