Feedloop Raih Pendanaan Tahap Awal dari East Ventures

(Tengah) Ahmad Rizqi Meydiarso, co-founder dan CEO dari Feedloop

Feedloop, startup SaaS (software-as-a-service) di bidang pemasaran, melalui siaran persnya, (19/6/2019) mengumumkan telah mendapat pendanaan tahap awal (seed funding) dengan nominal yang tidak disebutkan dari East Ventures dan beberapa angel investor.

Investasi ini akan membantu Feedloop dalam mencapai misi mereka untuk membangun pengalaman konten (content experience) yang interaktif, sehingga dapat membantu para perusahaan dalam inisiatif aktifasi brand mereka.

Didirikan pada akhir tahun 2018, Feedloop lahir untuk memenuhi kebutuhan para staf pemasaran (marketer) modern untuk menggaet generasi masa kini, yaitu Generasi Z dan milenial, yang tidak akan bisa digaet secara efektif dengan pola pemasaran tradisional yang bersifat satu arah. Feedloop menyediakan perangkat untuk para staf pemasaran dalam membuat kampanye pemasaran yang sangat interaktif, seperti survei, kuis, dan cerita interaktif.

“Konsumen masa kini menginginkan dialog dua arah dengan brand, sehingga tidak cukup hanya memberikan pesan satu arah kepada mereka,” ujar Ahmad Rizqi Meydiarso, Co-founder dan CEO dari Feedloop. Sekadar menampilkan iklan dan mempromosikan produk atau brand tidak lagi efektif. Brand harus berinvestasi dalam membangun konten yang memicu dialog dan memberikan nilai tambah kepada konsumen.

Dalam waktu enam bulan, Feedloop berhasil melakukan pilot project bersama beberapa brand dan agensi digital marketing untuk menguji coba penerapan dari teknologi baru yang mereka buat. Dua contoh kampanye yang mereka buat berguna untuk meningkatkan engagement di media sosial dan pengelolaan jalur penerimaan karyawan. Untuk engagement media sosial, Feedloop telah membantu Liga1 (divisi sepakbola profesional tertinggi dari sistem liga sepak bola Indonesia) dan agensi mereka yang bernama Panenmaya untuk membangun kampanye brand engagement di Instagram.

Pengguna bisa mengisi survei untuk menemukan siapa pemain Liga1 yang paling mirip kepribadiannya dengan mereka, lalu mengunggah hasilnya di Instagram Story. Kampanye ini sukses menarik 20.000 post unik dari pengguna hanya dalam waktu satu hari, dan mencapai total 30.000 post selama dua hari berturut-turut.

Untuk pengelolaan jalur penerimaan karyawan, Feedloop telah membantu Paragon (salah satu produsen kosmetik di Indonesia) dalam membuat kampanye interaktif untuk meningkatkan performa jalur penerimaan karyawan perusahaan tersebut. Dibanding hanya membuka-buka halaman lowongan pekerjaan, para pelamar pekerjaan di Paragon kini diarahkan untuk memulai proses tersebut dengan memeriksa apakah kepribadian mereka cocok dengan posisi yang mereka inginkan. Bagi perusahaan, hal ini bisa membantu mereka dalam memetakan kecocokan para kandidat, sebelum menghubungi mereka secara langsung.

“Dengan menyediakan perangkat yang sangat dibutuhkan dalam membangun pengalaman yang interaktif dan imersif, Feedloop bisa mempercepat sebuah kampanye kreatif hingga diterima masyarakat, sembari mengurangi biaya bila dibandingkan dengan kampanye yang dibuat oleh vendor,” tambah Ronaldi Kurniawan, Co-founder dan CTO dari Feedloop.

Karena itu, pihaknya menghilangkan kesulitan para staf pemasaran, dan memungkinkan mereka untuk fokus pada hal yang lebih penting, yaitu proses kreatif. Kami juga memungkinkan mereka untuk terus memperbaiki diri lewat masukan-masukan pengguna yang berasal dari sistem analisis kami.”

Feedloop juga berkolaborasi dengan Narasi.tv (platform media online yang menyediakan konten video dengan pendekatan jurnalistik) untuk menciptakan pengalaman digital media yang sangat interaktif, di mana penonton dapat memberikan feedback secara real-time terhadap program yang mereka tonton. “Kami sangat senang bisa bekerja sama dengan Feedloop dalam membuat pengalaman interaktif yang tak tertandingi untuk para pengguna kami,” ujar Catharina Davy, Co-founder dan CEO dari Narasi.tv

Menurut PwC, pertumbuhan pengeluaran digital media di Indonesia merupakan salah satu yang paling cepat di dunia. PQ Media memperkirakan bahwa pengeluaran iklan di Indonesia bisa mencapai US$12 miliar. Kendati pengeluaran yang besar, tantangan terbesar terdapat pada keterampilan digital ataupun adanya kesenjangan sumber daya dalam pemasaran konten. Yakni, bagaimana pemasar dapat merancang pengalaman pelanggan yang berkesan secara menyeluruh untuk meningkatkan brand engagement, sehingga menghasilkan ROI pemasaran yang lebih tinggi. Feedloop percaya bahwa konten digital interaktif adalah solusinya.

Mengomentari seputar pendanaan ini, Muhammad Ajie Santika, Co-founder dan CMO dari Feedloop, yang mempunyai reputasi sebagai veteran di industri game menjelaskan, pihaknya bekerja sama dengan East Ventures dalam mengembangkan teknologi pemasaran terbaru ini, karena mereka pun telah berhasil memosisikan diri sebagai pionir di ekosistem modal ventura Tanah air.

Melisa Irene, Partner dari East Ventures, mengungkapkan, Lebih dari 150 juta konsumen Indonesia sudah terhubung secara online. Dengan demikian, personalisasi akan menjadi strategi utama yang lebih efektif bagi brand dan perusahaan untuk menjangkau pelanggan mereka. Tim Feedloop memiliki pola pikir yang tepat, di mana mereka membawa pendekatan berbasis produk untuk membantu perusahaan berinovasi dalam memberikan pengalaman merek (brand experience) yang terpersonalisasi dalam berbagai situasi.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)