Festival Big Data Hadir Kedua Kalinya

IMG_8191

Mediatrac kembali mengadakan festival big data untuk kedua kalinya. Festival yang diadakan selama 5 hari ini memiliki beberapa rangkaian acara seperti Sci-Fi Hardware Hackathon pada tanggal 27-28 Agustus, workshop pada tanggal 29 Agustus, student session, dan tech-art exhibition. "Acara ini kami adakan karena kami ingin membangun ekosistem kolaborasi teknologi dan inovasi yang dapat memanfaatkan data-analytocs sebagai solusi yang dihadapi di Indonesia. Saat ini, Indonesia sedang mengalami tsunami data, saya bilang ini tidak lagi big data. Nah, bagaimana agar para korporasi, pemerintah, dan lainnya bisa memanfaatkan tsunami data ini agar bisa membuat keputusan dan otomisasi yang lebih baik. Bukan hanya membahagiakan dari sisi teknis tetapi juga pemanfaatan bisnis dari tsunami data ini," ujar Regi Wahyu, Chief Executive Officer Mediatrac.

Tahun ini, festival yang dinamakan Data for Life 2016 ini menghadirkan Tech-Art Exhibition dengan tema visualising the invisible. Pameran yang memadukan data, teknologi, dan seni ini menampilakan karya dari Mioon (Korea), Hysteria ( Indonesia), Angki Purbandono (Indonesia), House of Natural Fiber (Indonesia), Angelica Dass ( Brazil), dan Sey Min (Korea). "Kami ingin menunjukkan bahwa data tidak hanya berpengaruh kepada manusia, tetapi juga kepada karya seni," tambahnya.

Sci-Fi Hardware Hackathon diikuti oleh 367 peserta bertujuan untuk menggali potensi serta imajinasi peserta untuk menciptakan teknologi nyata yang terintegrasi dari fiksi ilmiah. Kompetisi ini dimenangkan oleh tim Mantis (Marine Technology Scientist) yang membuat model kurang koloni mengapung untuk mengantisipasi kehidupan manusia di era kenaikan permukaan laut. Selain memenangkan hadiah uang tunai sebesar Rp 15 juta, Mantis akan terbang ke India untuk berkompetisi di ajang Hackathon di LV Prasad Eye Institute Innovation Centre di Hyderabad. Regi sendiri akan menjadi mentor bagi Mantis untuk pengembangan bisnis Mantis ke depannya.

Beberapa panelis yang berbicara di konferensi ini antara lain Marc Goodman, Sunita Kaur, Saeed Hassan, Tommy Wattimena, dan lain lain. Festival big data ini rencananya akan kembali digelar di 2018. "Kami ingin mengumpulkan terlebih dahulu studi kasus-studi kasus lainnya," kata Regi. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)